Tiga Kecamatan di Kulonprogo Rawan Narkoba

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebagai upaya menggiatkan Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulonprogo mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama instansi pemerintah.

Melalui kegiatan yang dihadiri Kepala BNN DIY Brigjen Pol Drs Triwarno Atmojo, Wakil Bupati Drs Sutedjo selaku Ketua BNK Kulonprogo, dan Kepala OPD serta instansi vertikal seKabupaten Kulonprogo tersebut diharapkan peran serta dan dukungan OPD terhadap program P4GN semakin nyata, mengingat potensi Kulonprogo sebagian wilayah penyalahgunaan, peredaran maupun pengguna narkoba cukup rawan terlebih dengan segera beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala BNN DIY Brigjen Pol Drs Triwarno Atmojo menegaskan, ada tiga tujuan P4GN dilaksanakan, mendorong peran aktif OPD dan instansi vertikal, merencanakan implementasi Inpres Nomor 6/ 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN 2018/ 2019 dan mensosialisasikan Surat Edaran Pelaksanaan Program P4GN dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai langkah langkah P4GN bagi Aparatur Sipil Negara.

DIY sebagai kota pelajar saat ini mengalami perkembangan sebagai prevalensi yang sangat mengkhawatirkan, sehingga harus dicegah. “Saat ini Indonesia Darurat Narkoba dan Narkotika merupakan jaringan internasional, selama ini yang banyak ditangani adalah peredaran gelapnya namun di aspek penyalahgunaan belum optimal,” tegas Triwarno Atmojo.

Ketua BNK Kulonprogo Sutejo menyampaikan beberapa program dan kegiatan yang dilakukan, di antaranya deklarasi Antinarkoba, menetapkan kampung bebas narkoba dan sekolah bebas narkoba di 23 lokasi. Membentuk satgas antinarkoba di sekolah maupun kampung, edukasi bahaya narkoba bagi masyarakat, melakukan kerja sama dalam rangka rehabilitasi pengguna dengan ponpes dan berbagai kegiatan serta koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan narkoba.

Mengacu data BNN DIY terdapat beberapa wilayah rawan narkoba di Kulonprogo meliputi Kecamatan Temon, Galur dan Samigaluh. Untuk jumlah kasus dalam kurun waktu enam tahun terakhir cenderung meningkat yang didominasi kasus obat berbahaya dan minuman beralkohol.

Kasat Narkoba Polres setempat, AKP Munarso menjelaskan kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten ini meningkat. “Hingga Februari 2019 kami telah menangani 14 kasus penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI