Tim Monitoring Kemenpolhukam Tinjau Lahan Bandara

TEMON, KRJOGJA.com – Sebagai upaya mengumpulkan data permasalahan yang dapat menganggu percepatan Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), Tim Monitoring dari Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) mengunjungi Markas Satuan Radar Congot/ 2015 di Kawasan Pantai Desa Jangkaran, Temon, Rabu (6/9/2017).

Asisten Deputi I/IV Pertahanan Negara Kemenkopolhukam Marsekal Pertama (Marsma) Ahmad Sajili menegaskan dirinya dan rombongan ditugaskan untuk melihat secara langsung apa yang  menjadi kendala dan hambatan percepatan pembangunan NYIA. "Untuk mengumpulkan data tersebut, kami mendatangi Lanud Adisutjipto, Korem 072/Pamungkas, Angkasa Pura I, Polda DIY dan Satradar Congot/ 215," jelasnya.

Dari AP I, pihaknya mendapat informasi, NYIA ditargetkan beroperasi pada Maret 2019. Dari hasil tinjauan lapangan, perlu adanya kerja sama antarkementerian dan forkompinda plus. "Saat ini sudah berjalan baik tapi perlu adanya penyesuian termasuk aturan-aturan yang dijalankan seperti konsinyiasi tapi di sisi lain pada Oktober ditargetkan harus selesai. Sehingga harapanya, pembangunan bisa segera dilaksanakan," katanya.

Terhadap tanah warga yang belum diukur dan warga yang menolak, perlu ada persamaan visi dan persepsi. "Kami dari Kemenkopolhukam mencari data, kalau itu menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan NYIA tentu kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusinya," tutur Marsma Ahmad Sajili.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, langkah-langkah yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) bisa menjadi contoh pembebasan tanah secara nasional karena minim konflik. Tapi kalau ditelaah lebih lanjut lagi, supaya target beroperasinya NYIA tepat waktu sesuai harapan Presiden Joko Widodo, membutuhkan keseriusan semua pihak. Sehingga AP I bekerja mudah, tidak terbebani dengan masalah-masalah adanya kendala pembebasan lahan di pengadilan.

"Pelaksanaan di lapangan dan perlunya sinergitas semua pihak ini yang perlu kami carikan solusinya. Bandara ini merupakan salah satu sarana objek vital. Untuk itu seluruh unsur dan komponen harus terlibat dan bertanggung jawab mensuskseskan pembangunan NYIA," tambahnya. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI