Tim Pemenangan ‘Hadir’ Tuduh ‘Sehat’ Lakukan Pelanggaran Kampanye

WATES (KRjogja.com) – Tim Pemenangan Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Drs H Zuhadmono Azhari – Iriani Pramastuti (Hadir) menuduh Tim Pemenangan Paslon nomor urut 2 dr H Hasto Wardoyo SpOG – Drs H Sutedjo melakukan pelanggaran kampanye. Dalam rapat koordinasi (rakor) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo, Panwas dan pihak Kepolisian di Kantor KPU setempat, Ketua Tim Pemenagan 'Hadir' Yusron Martofa menyampaikan protes atas dugaan pelanggaran tersebut. Tim Pemenangan 'Sehat' diindikasikan melakukan pelanggaran secara masif yang terstruktur melibatkan aparat sipil negara dan perangkat desa.  

Menurut Yusron Martofa, pihaknya menyampaikan protes terkait proporsionalitas pasangan bupati-wabup petahana. Mulai dari alat peraga kampanye, pelanggaran jadwal kampanye hingga adanya dugaan pelanggaran administrasi. Bahkan ada upaya penyalahgunaan dengan melibatkan aparat sipil dan perangkat desa dalam kegiatan kampanye. Selain itu ada indikasi penyalahgunaan wewenang terkait sumber APBN dan APBD.

“Terkait penyalahgunaan wewenang, kami merasa dirugikan. Karena itu kami minta semua proporsional dan tidak memihak,” pinta Yusron dalam rakor, Senin (21/11/2016) sore.

Diantara dugaan pelanggaran dimaksud, kegiatan Pekan olahraga kabupaten (Porkab) yang nyata-nyata menggunakan dana daerah dan hanya Paslon 'Sehat' yang hadir dalam pembukaan dan penutup kegiatan di Stadion Cangkring. "Panwas mestinya bisa menindaklanjuti hal tersebut. Demikian juga institusi lain harus tetap objektif dan proporsional. Kalau protes kami tidak direspon maka kami akan mengambil langkah lebih lanjut," kata Yusron yang juga mengindikasikan pemasangan APK oleh KPU tidak objektif.  

"Beberapa baliho yang dipasang tidak ada kesesuaian, kadang berada di kiri tetapi kadang juga dikanan. Yang di Deksa, kami minta dibenahi,” tuturnya.

Ketua Panwaslu Kulonprogo Tamyus Rohman menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Semuanya masih sebatas indikasi dan belum ada laporan resmi dengan mengisi formulir yang sudah disiapkan Panwas. “Belum ada laporan resmi, kalau masih dugaan dan indikasi pelanggaran harus dikaji,” jelasnya.

Pihaknya mengakui banyak kegiatan yang menggunakan dana dari negara atau daerah yang dihadiri calon. Tapi yang terjadi paslon datang bukan diundang panitia melainkan orang-orang tertentu dan di lokasi tersebut tidak melakukan kampanye. “Kalau memang ada pelanggaran sampaikan saja, pasti kami tindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara Ketua KPU Muh Isnaini mengatakan tidak ada niatan pihaknya melakukan perbuatan tidak pas. KPU tetap akan berbuat adil kepada pasangan calon. Pemasangan juga melibatkan tim pemenangan kedua paslon mengawal di lapangan. (Wid/Rul)

 

BERITA REKOMENDASI