Tim Satu Data Daerah Dikukuhkan

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRJOGJA.com) – Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) mengukuhkan Tim Pelaksana Satu Data Daerah Kabupaten Kulonprogo Tahun Anggaran 2018, yang disaksikan Anggit Prasidha SSos MA dari Kantor Staf Presiden RI, di aula Adikarto, Kamis (18/01/2018). Pengukuhan Tim tersebut pertama di DIY.

Susunan Tim Satu Data Daerah, Kelompok Pengarah adalah Pembina I dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) Bupati Kulonprogo, Pembina II Wakil Bupati Drs H Sutedjo, Pengarah Ir RM Astungkoro MHum Sekretaris Daerah (Sekda).

Kelompok Pelaksana, Koordinator Ir Agus Langgeng Basuki Kepala Bappeda. Pembina Data Sugeng Utomo SH Kepala BPS dan Ir Sukoco MM Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Wali Data Drs Rudiyatno MM Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretariat R Sigit Purnomo SIP Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika. Serta sejumlah pejabat dari OPD selaku Produsen Data, dan Pengumpul Data. 

Satu Data Indonesia ini, dikatakan
Anggit Prasidha yang merupakan Public Policy Specialist Satu Data Indonesia, merupakan kebijakan yang mendorong tata kelola data pemerintah semakin baik. Kondisi Indonesia saat ini adalah data ada dimana-mana, namun ketika dibutuhkan data itu tak ada di mana-mana. 

"Kalaupun datanya ada kadang tidak konsisten, antara satu dinas dengan dinas yang lain. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Namun harus  dikelola, dengan diantaranya perbaikan ataupun penguatan kelembagaan, dan sebagainya," ucapnya.

Inisiasi ini, ujar Anggit, ke depan akan diberlakukan seluruh Indonesia. Karena data pembangunan tidak terpisah-pisah, untuk bicara perencanaan adalah nasional. "Kita dampingi daerah yang berkeinginan saat ini untuk melaksanakannya. Ketika Perpres-nya nanti sudah jadi kita tidak jadi kagok. Sudah banyak daerah maupun instansi yang melaksanakannya atau sebagai pelopor seperti Kulonprogo, Kementerian Kelautan, DKI Jakarta, Bandung, Aceh, dan lainnya," kata Anggit Prasidha.
 
Disampaikan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K), data merupakah hal yang penting, karena bila  data tidak benar, validitasnya tidak baik, maka filosofinya, jika masuknya sampah, keluarnya juga sampah. Jika datanya sampah, maka hasilnya sampah. "Tim satu data, salah satu materi substansi untuk semangat belajar menyusun data adalah data kemiskinan. Diharapkan, data punya validitas tinggi, ada kebersamaan yang validitasnya diakui Badan Pusat Statistik (BPS) dan organisasi perangkat daerah (OPD)," tutur Hasto.
 
Dicontohkan data kemiskinan, informasinya bila salah, maka tindakannya salah, dan hasilnya juga salah. "Sebagai dokter, diagnosis harus tepat, maka treatment juga tepat," katanya. (Wid)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI