Timbun 4 Rumah di Kulonprogo : Lompati Jendela, Selamat Diterjang Banjir

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Tebing setinggi belasan meter longsor menimbun jalan dan empat rumah warga di Pedukuhan Plampang 2 (tiga rumah) dan Pedukuhan Plampang 1 (satu rumah), Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Selasa (27/10) dinihari sekitar pukul 04.30 pagi. Longsor terjadi akibat guyuran hujan semalaman.

Dua kepala keluarga (KK) terdiri lima jiwa yang terjebak reruntuhan rumah dan longsoran, berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela rumah. Perabotan rumah tangga dan barang berharga ikut terkubur material longsoran, tidak berhasil diselamatkan. Tiga rumah yang tertimbun material longsoran itu dihuni keluarga Kusnan (36) beserta istri, Tutik Nuryati (27) dan anaknya, Natasya Nur Sholehah (4) dan keluarga orangtua Kusnan, Paito Somo Wiyono (65) beserta istrinya, Puniah (62).

Di bawah koordinasi Lurah Kalirejo Lana dan Panewu Kokap Sadikan, warga sekitar bergotong royong menyelamatkan rumah beserta isinya. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain perabotan rumah, tiga motor, satu paket sound system, belasan televisi yang sedang diperbaiki ikut tertimbun material longsoran.

“Saya masih tidur, tiba-tiba dikagetkan suara gemuruh dan blug

dari atas. Bangun-bangun sudah tidak dapat keluar rumah. Saya berusaha menyelamatkan istri dan anak dengan melompat lewat jendela. Sampai di luar rumah, kaki kesetrum karena menginjak kabel yang ada aliran listriknya,” cerita Kusnan yang dibantu tetangganya berusaha menyelamatkan barang-barangnya.

Orangtua Kusnan, Puniah mengungkapkan, sekitar pukul 02.30 dirinya sudah bangun untuk memasak nira kelapa di dapur. Namun ketika sedang memasak sayur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tebing jalan.
“Saya bergegas keluar, terlihat longsoran tebing menerjang bangunan rumah yang ada di tengah. Kemudian saya teriak memanggil anak saya (Kusnan) karena masih tidur di dalam rumah,” kisah Puniah.

Menurut Lana dan Sadikan, terdapat dua lokasi tanah longsor di Kalurahan Kalirejo. Tanah longsor di Plampang 2 menimpa tiga rumah yang ditempati dua KK dan longsor di Plampang 1 menimpa rumah Paidi. Menurutnya, pihak kalurahan telah menggerakan warga bergotong royong menyelamatkan dan menyingkirkan barang serta perabotan rumah. Pihak kalurahan juga mempersiapkan posko pengungsian untuk koran yang rumahnya tidak dapat ditempati.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat, dampak hujan deras mengakibatkan empat rumah warga Kalurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul terendam banjir dan satu keluarga harus diungsikan. Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan luweng

atau goa vertikal di sekitar lokasi tersumbat. “Genangan air mencapai 1 meter dan seluruh keluarga diungsikan,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul Surisdiyanto.

Hingga Selasa siang hujan deras masih terus terjadi menyebabkan luapan air dan genangan makin tinggi. Sejumlah rumah dan kantor termasuk Balai Kalurahan Giriasih dan Kantor UPT TK/SD tergenang air setinggi 50 cm. Rumah warga di tiga lokasi, dua rumah tergenang setinggi 40 cm. Satu keluarga yang terdiri lima jiwa, diungsikan karena genangan air mencapai 70 cm.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki langsung menerjunkan tim untuk membantu evakuasi dan antisipasi dari dampak banjir tersebut. Pihakya mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap hujan dengan intensitas lebat. Terlebih fenomena La Nina diperkirakan bakal berdampak terhadap sejumlah wilayah di Gunungkidul pada November nanti. Dari hasil pemetaan terdapat 10 kapanewon yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi, yang terbagi tiga kategori, kawasan rawan longsor, banjir genangan, dan banjir dari luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan aliran utama Sungai Oya.

Daerah rawan longsor berpotensi terjadi di Zona Batur Agung meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, dan Semin. Sedangkan banjir dari luapan Sungai Oya berpotensi terjadi di Semin, Ngawen, Patuk, Playen, dan Panggang. Untuk banjir genangan, wilayah yang berpotensi terjadi antara lain Wonosari, Semanu, Karangmojo, dan Playen. (Ras/Bmp/Ded).

BERITA REKOMENDASI