Tingkat Perceraian di Kulonprogo Tinggi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dalam rangka peningkatan ketahanan keluarga untuk mengurangi kasus perceraian di Kulonprogo yang sementara ini masih tertinggi di DIY, dengan tingkat perceraian di atas 10 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo telah melakukan berbagai inovasi di antaranya menumbuhkembangkan Klinik Ketahanan Keluarga. Mengutip data dari Pengadilan Agama Wates, tahun 2017 perceraian sebanyak 564 terdiri cerai talak 160 dan cerai gugat 404. Tahun 2018 terdapat 679 perceraian meliputi cerai talak 183 dan cerai gugat 496.

"Kita tertinggi se-DIY tiga tahun terakhir dari sisi persentase. Kita memang prihatin. Maka kita buat inovasi klinik ketahanan keluarga yang berbasis di desa," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDDaldukKB) Kulonprogo, Drs Mardiya.

Baca juga :

Persediaan Air Baku Waduk Sermo Aman
PDAM Sediakan Empat Lokasi Pengambilan Air

Saat ini Klinik Ketahanan Keluarga telah ada di lima desa yakni Desa Sogan Kecamaan Wates, Desa Tirtorahayu Kecamatan Galur, Desa Depok Kecamatan Panjatan, Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo serta Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh. Selain itu mengintensifkan sosialisasi Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Kuhias Kenanganku) terutama di 23 Kampung KB se-Kulonprogo melalui KIE, penyebarluasan leaflet, booklet, stiker, dan banner. Dinas PMD Dalduk dan KB bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait (Kantor Kemenag dan Dinas Sosial PPPA), juga melakukan kerja sama dalam pembinaan persiapan pranikah maupun pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui harmonisasi hubungan seluruh anggota keluarga.

"Keluarga yang berketahanan tinggi itu cirinya pelaksanaan delapan fungsi keluarga dapat berjalan baik, yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Sehingga keluarga menjadi harmonis dan sejahtera, otomotis keinginan suami atau isteri untuk bercerai kan tidak ada," tandas Mardiya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI