Tingkatkan Ekspor Produk Lokal, Pemkab Kulonprogo Mudahkan Perizinan

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kemudahan proses perizinan yang telah ada saat ini diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi yang lebar, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Kemudahan perizinan meningkatkan ekspor produk lokal.

 

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kulonprogo Ir Bambang Tri Budi Harsono MM menyatakan hal itu pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Prosedur dan Pemasaran Ekspor yang diadakan Dinas Perdagangan Kulonprogo, di Gedung Bale Agung Kompleks Pemkab. Bimtek selama dua hari 12 dan 13 November ini menghadirkan narasumber Restu Dewandaru SE MM Kepala Seksi Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Joko Santoso dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yogyakarta, serta Elfin Triana Rosa yang merupakan Logistic Manager PT Angkasa Pura.

Restu Dewandaru memaparkan bahwa untuk proses kegiatan ekspor tetap harus dimulai dari perizinan yang saat ini harus melalui Online Single Submission (OSS). “Adanya OSS ini mengintegrasikan semua sistem perizinan termasuk perizinan ekspor. Untuk mendapatkan izin persetujuan ekspor barang maka eksportir harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS terlebih dahulu, karena NIB ini juga berlaku sebagi Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Importir (API) dan dokumen kepabeanan,” urai Restu.

Sementara Joko Susilo menjelaskan, bahwa untuk saat ini pengurusan proses ekspor sangatlah mudah, simpel dan tanpa biaya karena semua proses sudah menggunakan aplikasi, mulai dari pengisian permohonan sampai terbitnya Persetujuan Ekspor Barang (PEB).

Eflin Triana, narasumber dari PT Angkasa Pura mengatakan bahwa saat ini PT Angkasa Pura sebagai penyedia layanan cargo, sudah dapat memfasilitasi pengusaha lokal Kulonprogo yang berkeinginan untuk melakukan ekspor, mereka dapat melakukan ekspor sendiri sehingga dapat menghemat biaya ekspor. “Silahkan jika ingin melakukan ekspor, langsung ekspor sendiri saja, karena kalau melalui agen ekspor akan dikenakan tarif yang relatif tinggi,” jelasnya. (Wid/Rul)

BERITA REKOMENDASI