‘Tresnani JantungKu’ Pencegahan Penyakit Jantung

KULONPROGO, KRJOGJA.com – "Tresnani JantungKU" merupakan slogan asli buatan Kulonprogo dalam mengkampanyekan pencegahan penyakit jantung, yang memiliki kepanjangan: Tensi ojo lali, Rokok ditinggalke, Eling nimbang lan cek kolesterol, Seneng sayur lan buah, Ngaso sing cukup, Ajeg olahraga, Ngibadah khusyuk, dan Ilangi stres.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD Wates dr Lies Indriyati SpA talkshow "Tresnani  JantungKU" di depan rumah dinas bupati, Minggu (06/10/2019). Talkshow ini dalam rangka Hari Jantung Dunia (29/09/2019) dan Hari Jadi Ke-68 Kabupaten Kulonprogo (15/10/2019). Dibuka Wabup Sutedjo, acara dihadiri Sekda Ir RM Astungkoro MHum, jajaran RSUD Wates dan masyarakat menampilkan narasumber dr Candra Kurniawan SpJP dan Sri Handayani SGz MPh. Dalam kegiatan tersebut juga diberikan cek kesehatan gratis dan simulasi BHD Awam.

"Selain program Tresnani JantungKU, RSUD Wates bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kulonprogo juga meluncurkan "Program Stemi Satu Pintu" yang mensinergikan pemberi layanan kesehatan di Puskesmas dan IGD Rumah Sakit se-Kulonprogo dengan RSUD Wates sebagai center dalam memberikan penanganan serangan jantung IMA-EST sehingga dapat mengatasi keterlambatan reperfusi yang disebabkan oleh faktor sistem kesehatan," ujar Lies Indriyati.

Adanya Tresnani JantungKU dan Stemi Satu Pintu diharapkan masyarakat faham terhadap serangan jantung dan pencegahannya. "Serta dokter di Puskesmas maupun IGD RS siap melayani dan merujuk ke sentral pelayanan jantung di RSUD Wates, sehingga angka kematian karena serangan jantung di Kulonprogo dapat menurun," kata Lies Indriyati sambil menambahkan kegiatan ini merupakan awal program besar di Kulonprogo, nanti akan dilanjutkan dengan Tresnani Jantungku untuk masyarakat lingkungan pemkab, masing-masing kecamatan, dan akan dibuat gerakan "Desa Siaga Tresnani Jantungku".

Menurut dr Wahyu Himawan SpJP, penyakit jantung dan pembuluh darah sampai saat ini dikenal sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung koroner menyumbang lebih dari 8 juta kematian di seluruh dunia. Karena itu perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala serangan jantung dan pentingnya segera mencari pertolongan medis. "Selain menyebabkan angka kematian yang tinggi, penyakit jantung juga menyedot anggaran BPJS (nasional) paling tinggi dengan tren yang semakin meningkat dari Rp 4,4 trilyun di tahun 2014, menjadi Rp 6,9 trilyun di tahun 2015, dan Rp 7,4 trilyun di tahun 2016," ujarnya.

Pihaknya berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala serangan jantung dan pentingnya untuk segera mencari penanganan medis apabila dirasakan gejalanya. "Tanda-tanda serangan jantung adalah nyeri dada, semengkrang, keringat dingin, mual dan muntah. Adanya gejala tersebut, harus segera mendatangi petugas kesehatan," papar Wahyu.

Terhadap hal ini, Wabup Sutedjo mengapresiasi adanya talkshow tentang penyakit jantung. Sebab selama ini masyarakat tahunya gejala serangan jantung seperti dada nyeri hanya dianggap masuk angin biasa saja. "Masyarakat harus diajak untuk menambah wawasan pengetahuan mengenai penyakit jantung dan pencegahan. Perlu pula disosialisasikan adalah pertolongan pertama yang dilakukan oleh masyarakat umum ketika terjadi serangan jantung," tambahnya.(Wid)

BERITA REKOMENDASI