Tugas Urusan Keistimewaan, Kundha NMTL dan Kabudayan Belum Tuntas

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Penataan pegawai jabatan fungsional umum belum tuntas di pasca pelantikan pejabat dan pengukuhan Kundha Niti Mandala sarta Tata Laksana (NMTL) atau Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR)  dan Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Kulonprogo.

Sekretaris Kundha NMTL Kulonprogo, Taufik Prihadi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/1/2020), mengungkapkan masih menunggu  lebih lanjut dari Badan Kepegawaian Pengembangan dan Pelatihan (BKPP) kabupaten. Terdapat perubahan pada susunan susunan organisasi baru.

Menurutnya, ada penambahan satu Sub Bagian di Kesekretariatan dan pengurangan dua Seksi di dua Bidang. Pejabat Sub Bagian harus bekerja sendiri karena belum memiliki pegawai jabatan fungsional umum (JPU) atau staf. Sementara belum ada penataan terhadap sejumlah JPU di dua Seksi yang dihapus.

“Ketatalaksanaan administrasi perkantoran, seperti dalam kop surat menggunakan Dinas PTR dalam kurung Kundha NMTL. Menunggu kebijakan lebih lanjut dari DIY, sementara cap stempel masih menggunakan yang lama,” ujar Taufik Prihadi.

Seperti diketahui susunan organisasi Kundha NMTL dan Kundha Kabudayan diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Kulonprogo nomor 83 dan 84/2019 yang diberlakukan sejak pelantikan pejabat dan perubahan sebutan kecamatan menjadi kapanewon di Kulonprogo pada awal 2020 lalu.
Pelaksanaan Perbup sebagai tindaklanjut amanat dari UU Pemerintahan Daerah, UU Keistimewaan DIY, Peraturan Daerah Keistimewaan (Perdais) Kelembagaan DIY dan Perda Kulonprogo nomor 3/2019  mengenai perubahan dan pembentuan Susunan Perangkat Daerah.

Kundha NMTL mendapatkan tugas pembantuan urusan keistimewaan bidang pertanahan dan tata ruang dan Kundha Kabudayan tugas tambahan urusan keistimewaan bidang kebudayaan, selain menjalankan tugas melaksanakan pemerintahan yang diamanatkan  UU Pemerintahan Daerah.

Terpisah Kepala Kundha Kabudayan, Untung Waluyo mengatakan di tengah beradaptasi dengan susunan organisasi baru sudah melaksanakan tugas urusan keistimewaan bidang kebudayaan. Terdapat perubahan pada susunan organisasi Kesekretariatan yang sebelumnya terdapat dua bertambah menjadi tiga Sub Bagian dan tiga Bidang. Penambahan satu Seksi Adat Tradisi dan Lembaga Budaya di Bidang Adat Tradisi Seni dan Lembaga Budaya sehingga menjadi tiga Seksi. 

Di Bidang Warisan Budaya dan Bidang Bahasa Sastra Sejarah dan Permuseuman, masing-masing membawahi dua Seksi. “Urusan keistimewaan sudah jalan meskipun masih proses penataan susunan organisasi,” ujar Untung Waluyo.(Ras)

BERITA REKOMENDASI