Turis Asing Kagumi Produk Desa Depok

Editor: KRjogja/Gus

PELATIHAN dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) tujuh tahun lalu, menjadi awal kemandirian ibu-ibu rumah tangga di Desa Depok, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Tergabung dalam Kelompok Desa Prima Depok, kaum wanita ini berhasil berdaya dengan memproduksi kerajinan tangan berbahan baku enceng gondok yang sangat diminati wisatawan mancanegara.

Seperti dilansir dari Harianmerapi.com, Dalam event pameran bertajuk Ekspose Hasil Karya Perempuan di Gedung Kaca, belum lama ini, produk-produk milik Kelompok Desa Prima Depok dipamerkan. Di antaranya, produk makanan seperti puding lidah buaya, peyek kacang, kue sus, telur asin, aneka jus dan sebagainya.

“Sementara untuk kerajinan tangan enceng gondok terdiri dari tas wanita, karpet, alas piring, keranjang laundri, kap lampu dan lainnya,” kata Suharni (48), Bendahara Kelompok Desa Prima Depok.

Ia kemudian bercerita, pembentukan kelompok ini berawal dari keinginan ibu-ibu rumah tangga setempat untuk memperoleh penghasilan. Mereka kemudian membaca peluang adanya sumber daya alam di lingkungan sekitar yang bisa diolah menjadi produk kerajinan. Gayung pun bersambut. Mereka mendapat pelatihan dari BPPM terkait cara pembuatan kerajinan tersebut.

“Enceng dikeringkan lalu dihaluskan. Setelahnya, dianyam sesuai bentuk yang diinginkan. Agar lebih awet, dicuci kemudian dibleaching,” jelas Suharni.

Enceng gondok ini dibentuk kerajinan dengan warna natural. Jika menginginkan warna lain yang lebih apik seperti putih, kuning dan hitam, digunakan tali plastik rafia atau sigres pandan.

Suharni menuturkan, proses paling rumit dalam pembuatan kerajinan ini adalah saat membentuk menjadi benda yang diinginkan. Semakin lebar benda yang dibuat, prosesnya semakin susah. Karenanya, harga yang dibanderol juga berbeda-beda tiap produknya, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 300.000. “Paling laris alas piring dan kap lampu,” ujarnya.

Anggota Kelompok Desa Prima Depok, Sri Endang (42) menambahkan, produk kerajinan itu kemudian dipasarkan ke luar daerah seperti Bali, Jakarta, Cikarang, Bekasi, Semarang dan Yogya. Sasarannya, adalah tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Sebab menurut Endang, produk kerajinan enceng gondok belum diminati masyarakat lokal, melainkan justru dibutuhkan wisatawan mancanegara.

Hingga kini, Kelompok Desa Prima Depok belum berhasil memasarkan produk ke luar negeri. Pesanan sempat hampir datang dari Itali, namun belum sepenuhnya deal. “Jumlah produksi kami juga masih tergantung besaran permintaan,” ucapnya.

Tujuh tahun berdiri, Kelompok Desa Prima Depok telah berhasil menaungi 25 anggota. Seluruhnya merupakan ibu rumah tangga yang semula tidak berdaya, namun kini berhasil mandiri. (Unt)

 

BERITA REKOMENDASI