Ubah Paradigma Kuno UMKM

NANGGULAN, KRJOGJA.com – Paradigma kuno dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuat beberapa penggiat UMKM tidak dapat maju berkembang. Dari beberapa kali kunjungan dalam pendampingan UMKM, selalu dijumpai beberapa permasalahan yang sama dalam UMKM, yaitu kurangnya modal, pengelolaan keuangan yang kurang tepat, distribusi yang tidak tepat sasaran, kurangnya inovasi produk, tidak mau mengenal pemasaran online, pembukuan masih manual, kurangnya manajemen waktu, dll.

Hal ini mendorong Suryana Hendrawan SE MBA, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendampingan UMKM agar paradigma kuno yang cenderung apatis, tertutup pemikirannya, egois, dan berpikiran pendek berubah menjadi paradigma baru. “Paradigma baru selalu memperhatikan lingkungan dengan perubahan perubahan dalam hal teknologi dan cara dalam memasarkan produk produk UMKM, terbuka terhadap hal hal, konsep dan pemikiran yang baru, menerima masukan dan mau mencoba hal baru,” ucapnya, Senin.(01/03/2021).

Itulah dasar dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan bersama Mahasiswa KKN Reguler 81 secara daring dan luring dengan tema “Pelatihan dan Pemasaran Pemanfaatan Produk Olahan UMKM” di beberapa lokasi di Yogyakarta, yaitu pedukuhan Pundak Tegal Kelurahan Kembang Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulonprogo, Jumat (12/02/2021), Pedukuhan Jatingarang Lor Kelurahan Jatisarono Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulonprogo, Rabu (24/02/2021),  Pedukuhan Tegaltapen Kelurahan Tirtosari Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Kamis (25/02/2021), dan Pedukuhan Baros Kelurahan Tirtohargo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Sabtu (27/02/ 2021).

BERITA REKOMENDASI