UKM Center di Kulonprogo Belum Bisa Didirikan, Kenapa?

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Usaha Kecil Menengah (UKM) Center belum bisa didirikan oleh Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulonprogo karena terkendala lahan dan administrasi. Pernah diusulkan pembangunannya dengan tiga alternatif tempat, yaitu Rest Area Desa Sindutan Temon, Dudukan Sentolo, serta Perbengkelan Aneka Usaha.  

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Dra Sri Harmintarti MM, ketika disurvei ketiganya tidak memenuhi syarat. Diupayakan pula bekas kantor Dinas Kesehatan di kawasan Alun-alun Wates, tapi terkendala administrasi karena lahannya milik Kadipaten Puro Pakualaman. 

"Penggunaan bekas Dinas Kesehatan untuk UKM Center diusulkan bupati terdahulu. Pemanfaatannya nanti dikelola oleh Dinas Koperasi dan UKM, sehingga tidak memerlukan dana APBD untuk pembuatannya. Kami dapat bekerja sama dengan pihak ketiga, dan pihak ketiga lah yang merenovasi untuk UKM Center sepanjang tidak mengubah bangunan cagar budaya yang ada. Kajian sudah dilakukan, tetapi terkendala tanah yang merupakan tanah Pakualaman. Bila menggunakan tanah tersebut harus melalui izin Puro Pakualaman," katanya beberapa waktu lalu.  

Dikatakan Harmintarti, lahan bekas kantor Dinas Kesehatan sangat strategis dan sesuai rencana detail tata ruang. Proses pemanfaatan dan administrasi saat ini masih di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat. "Rencananya, UKM Center ini di dalamnya ada rumah kemasan, Pusat Informasi UKM, Market Place sebagai media pemasaran Online untuk UMKM Kulonprogo, dan tempat konsultasi. Anggaran untuk pembangunan UKM Center sebesar Rp 350 juta. Namun  untuk tahun 2020 belum dianggarkan pembuatannya" ucapnya.

Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo H Priyo Santoso SH pernah mengatakan jumlah UKM di Kulonprogo ada lebih dari 35.000 UKM yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat. Jumlah UKM banyak tersebut masih terkendala dalam pengemasan hingga pemasaran. Karena itu Komisi II membuat program percepatan pengembangan UKM dalam bentuk 'UKM Center'. Terdiri dari konsultan bagi UKM untuk mengembangkan usahanya, outlet produk UKM, maupun pasar digital untuk produk.(Wid)

BERITA REKOMENDASI