Usaha Batik Kulonprogo Mulai Bangkit

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah berakhir disambut gembira para perajin batik termasuk pemilik Batik Sinar Abadi (SA) Agus Faturrohman di wilayah Kalurahan Ngentakrejo Kapanewon Lendah. Sebab selama pandemi dua tahun terakhir omset menurun drastis, dan sekarang seiring dengan berakhir PPKM, usaha batik mulai bergairah lagi.

“Sebelum pandemi omset bisa 1.000-1.500 potong perbulan. Saat pandemi drop hanya 300 potong. Sekarang sudah mulai kembali normal. Ini sangat kita syukuri,” kata Agus, Rabu (26/01/2021).

Agus mengungkapkan penjualan batik sempat naik drastis ketika pertama kali Batik Geblek Renteng sebagai ciri khas batik Kulonprogo diluncurkan oleh Bupati saat itu dr Hasto Wardoyo beberapa tahun lalu.

“Penjualan naik drastis sampai 80 ribu potong. Sebab siswa ada 60 ribu dan untuk guru/ASN 20 ribuan. Waktu itu loncatan omzet luar biasa sekali. Alhamdulillah Geblek Renteng semakin dikenal. Sehingga bisa untuk hidup, nambah karyawan, investasi dan sebagainya,” ujarnya.

Agus mengaku sudah generasi dua. Usahanya berawal dari otodidak di lingkungan keluarga sejak tahun 2008 dan kemudian berangsur-angsur meningkat dan diminati pasar sehingga bisa eksis sampai sekarang.

“Motivasi meneruskan usaha karena ternyata setelah ditinggal founder, saya tahu ini sesuatu yang besar dan harus dilestarikan. Sebab sudah menyangkut hajat hidup lebih dari satu orang. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu dapat berkembang dengan baik, dan saat ini memiliki karyawan 20 orang. Pelanggan banyak yang masih setia, mereka selalu mampir ke sini,” ungkapnya.

Menurut Agus, kelemahan pasar batik saat ini adalah masih hanya diminati oleh kaum dewasa dan tua. Sehingga dirinya berupaya menciptakan motif-motif baru yang bisa masuk ke kalangan muda seperti motif kontemporer, melodi, abstrak atau komunitas. Selain motif abstrak kontemporer, diciptakan juga batik dengan warna yang dinamis dan motif kekinian untuk menarik kaum muda.

“Segmen untuk anak muda kita buatkan yang sesuai selera mereka. Kami berharap segmen remaja ini akan mampu menumbuhkan suka batik di lingkungan mereka,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Agung Kurniawan SIP MSi menyampaikan, kegiatan press tour yang diikuti wartawan dari berbagai media ini bertujuan untuk menggerakkan dunia usaha dan publikasi produk lokal. “Serta melihat dari dekat kegigihan UMKM di masa pandemi dan proses produksi sentra batik di Kapanewon Lendah,” ucap Agung. (Wid/Rul)

BERITA REKOMENDASI