Wabup Buka Konfercab ke-19 PCNU Kulonprogo

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJogja.com – Bupati Drs Sutedjo menjelaskan, konferensi cabang (konfercab) merupakan momen strategis untuk melahirkan pemikiran-pemikiran yang realistis, inovatif dan sangat dibutuhkan umat untuk meningkatkan kinerja dan memperkokoh ‘ukhuwah’ Islamiah di antara pengurus NU kabupaten ini dengan pemerintah daerah dalam mengemban amanah umat.

“Pemkab berharap, disamping terbentuk kepengurusan baru sesuai harapan dan tuntutan zaman, konfercab juga melahirkan pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan yang cemerlang yang disampaikan kepada pemerintah untuk membangun Kulonprogo yang kita cintai ini menjadi daerah yang maju dan makmur dalam keimanan dan ketakwaan,” katanya dalam sambutan yang dibacakan Wabup setempat Fajar Gegana sebelum membuka secara resmi Konfercab ke-19 PCNU Kulonprogo di Aula SMK Ma’arif 1 Wates, Sabtu (5/6).

Konfercab dihadiri Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris, Anggota DPD RI KH Dr Hilmy Muhammad, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE, Ketua BPC Kadin setempat Ki H Kuswadi ST.

Bupati berharap, konfercab sebagai media evaluasi dan introspeksi diri terhadap program-program NU yang sudah dijalankan. “Seluruh peserta hendaknya mengikuti tahapan demi tahapan konfercab sehingga acara berjalan lancar dan menghasilkan yang terbaik demi kepentingan umat NU di Kulonprogo dan DIY,” jelasnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU setempat Drs HM Wasiludin dalam sambutannya dibacakan ketua panitia konfercab, H Rahmat Raharja mengatakan, konfercab bertema ‘Merawat Tradisi Menguatkan Jati Diri Menuju Organisasi yang Mandiri’ memberikan arah dan pijakan ke depan. Kulonprogo menghadapi perkembangan dan perubahan yang luar biasa yang sudah barang tentu ada dampak positif tapi juga dampai yang tidak diharapkan.

“Dalam menghadapi dan mensikapi hal tersebut, PCNU harus dapat berperan aktif, jika tidak akan ketinggalan. Kita harus mampu memanfaatkan peluang berbagai bidang. NU didirikan dengan dua mandat besar yaitu peran tanggungjawab keagamaan dan masalah kebangsaan,” katanya.

BERITA REKOMENDASI