Wabup Fajar ‘Road Show’ Ke Destinasi Wisata dan UMKM

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Dra Sri Hermintarti menegaskan, produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan objek wisata (obwis) merupakan perpaduan dua usaha yang tidak terpisahkan. Kedua usaha tersebut senantiasa saling mendukung. Produk UMKM yang dijual di obwis bisa mendukung keberlangsungan keduanya untuk tetap eksis.

“Diharapkan UMKM dan pelaku wisata bisa bersinergi sebagaimana simbiosis mutualisme, saling membutuhkan dan menguntungkan. UMKM diuntungkan melalui promosi sehingga produknya laku dan wisatanya juga diuntungkan karena ada kekhasan yang bisa diunggulkan dari produk UMKM,” kata Hermintarti saat mendampingi Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo Fajar Gegana meninjau kesiapan promosi produk lokal UMKM Kulonprogo pada destinasi wisata Pule Payung Kokap, Kalibiru Kokap dan Magrove Temon, belum lama ini.

Turut dalam rombongan, anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Edi Priyono dan Widiyanto. Anggota Komisi IV Istono dan Tukijan, Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA, Kepala Dinas Pariwisata Joko Mursito, petugas Kapanewon Temon dan Kokap serta Pengurus International Council for Small Bussiness (ICSB) Kulonprogo, Woro Hidayati.

Wabup Fajar Gegana memilih kunjungan pertama di Obwis Kalibiru. Di lokasi tersebut wabup juga menyempatkan diri meninjau outlet UMKM, di Warung Mbak Ni milik Seni dan RM Pawon Ndeso milik Jono. Kunjungan kedua ke Obwis Pule Payung juga meninjau outlet UMKM. Kunjungan ketiga di Obwis Mangrove di Temon serta meninjau RM Yu Gun.

Hal yang paling banyak dikeluhkan para pelaku wisata dan UMKM terkait sepinya pengunjung akibat dampak pandemi Covid-19, sarana dan prasarana seperti pengairan juga terkait pengelolaan dan izin produk.

Kepala Dinas Pariwisata, Joko Mursito mengatakan Obwis Pule Payung pernah mendapatkan Penghargaan Tingkat Nasional sebagai destinasi wisata baru Terpopuler pada 2019. “Jadi Pule Payung ini muncul langsung kondang. Apabila tidak ada pandemi Covid-19, mungkin sekali Pule Payung, bisa lebih terkenal lagi,” ujarnya.

Wabup Fajar Gegana menjelaskan, Pemkab Kulonprogo punya pemikiran untuk peningkatan ataupun pemulihan ekonomi dari sisi modal maupun pemberdayaan. Pariwisata berkolaborasi dengan koperasi bisa jadi strategi baru untuk Kulonprogo, karena di tempat wisata kita tidak banyak menyediakan produk-produk lokal.

“Agar suatu pariwisata laku perlu adanya suatu ‘kehidupan’ tidak hanya view atau spotfoto saja karena akan basi, menjawab permasalahan bapak-ibu juga, maka perlu perencanaan pemasaran yang tepat, mana saja produk yang menarik minat penunjung, bagaimana pengemasan yang baik nantinya ini jua akan dibimbing melalui kurasi dari Dinas Koperasi, kemudian juga marketingnya. Sehingga wisatawan setelah berkunjung ke Kulonprogo membawa sesuatu,” jelas wabup. (Rul)

BERITA REKOMENDASI