Wabup Kulonprogo Puji Inovasi Dinas Pertanian Soal ‘Pasar Tani’

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Dalam upaya menumbuhkan perekonomian masyarakat pedesaan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo mengembangkan pasar tani di 12 kecamatan/ kapanewon. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setempat, Ir Aris Nugroho MA menjelaskan, pasar tani dikelola kelompok wanita tani (KWT) yang menjual produk pertanian dan makanan olahan dari hasil pertanian.

“Untuk mendukung ekonomi di desa, KWT yang ada di masing-masing kapanewon, setiap minggunya menggelar pasar tani dengan menjual produk pertanian maupun makanan olahan,” kata Aris Nugroho saat mendampingi Wakil Bupati (Wabup) Fajar Gegana meninjau pasar tani KWT Mekar Lestari Girigondo, Kapanewon Temon, Minggu (3/10).

Selain di Girigondo, Wabup Fajar Gegana dan Aris Nugroho juga meninjau pasar tani yang diadakan KWT Suka Makmur di Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan.
“Pasar tani merupakan kelanjutan Program Gerakan menanam pangan di pekarangan (Gempar) yang sukses menyediakan bahan pangan secara swasembada. Pantauan kami sudah 22 KWT yang melaksanakan pasar tani setiap hari Sabtu atau Minggu,” ujar Aris Nugroho.

Wabup Fajar Gegana memuji inovasi kreatif Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo. Langkah tersebut dinilainya mampu membangkitkan perekonomian di desa/ kalurahan. Pasar tani sangat strategis dalam memasarkan produk pertanian yang melimpah. Pengurus dan anggota KWT tentu tidak mampu menghabiskan hasil panen mereka dengan mengkonsumsinya sendiri. Sehingga memang perlu langkah strategis dengan menjualnya di pasar, dengan demikian roda perekonomian masyarakat pedesaan bangkit dan bisa berjalan di tengah pandemi Covid-19.

“Masyarakat juga semakin kreatif, tidak hanya hasil pertanian mentah yang mereka jual tapi berkreasi mengolah hasil pertanian menjadi makanan olahan,” jelas wabup.

Fajar menambahkan pasar tani juga memiliki keunggulan kualitas produk yang dijual lebih segar. Selain itu harganya juga lebih murah dibanding harga di pasaran. Sebab sayuran atau bahan lain masih segar karena baru dipetik kemudian langsung ditawarkan pada konsumen tanpa melalui pedagang.

“Pasar tani bisa dikembangkan lagi agar petani semakin berkembang,” tuturnya berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. (Rul)

BERITA REKOMENDASI