Wabup Kulonprogo Usulkan ‘Erucakra Stadium’ Atau ‘Ki Gede Menoreh’

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Stadion Cangkring sesungguhnya bukan nama resmi. Karena itu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo berinisiatif memberi nama stadion, kawasan olah raga dan Gedung Olah Raga (GOR) yang terletak di wilayah Kalurahan Giripeni Kapanewon Wates. Untuk keperluan tersebut maka dilakukan penampungan usulan dari masyarakat.

Menurut Kepala Disdikpora setempat Arif Prastowo SSos ada sekitar 10 tokoh atas nama lembaga maupun komunitas mengusulkan nama stadion tersebut. “Nota dinas tentang usulan nama stadion di Giripeni itu sudah kami kirim ke Pak Bupati,” katanya, Jumat (4/9/2020).

Tentang masih adanya pihak yang ingin berpartisipasi mengusulkan nama stadion tersebut, Arif Prastowo menyarankan langsung disampaikan kepada Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo. “Saya yakin Pak Bupati tetap akan menampung sekaligus mempertimbangkan usulan nama yang masuk,” ujarnya.

Pemkab Kulonprogo menilai penting stadion yang selama ini dikenal dengan nama Stadion Cangkring tersebut diberi nama resmi. “Sampai saat ini nama stadion tersebut belum ada dalam dokumen resmi pemerintah daerah. Jadi Stadion Cangkring sesungguhnya bukan nama resmi,” tegas Arif.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) setempat Fajar Gegana mengusulkan nama stadion tersebut, ‘Erucakra Stadium’. “Erucakra Stadium merupakan salah satu gelar bagi Pangeran Diponegoro dan Pangeran Diponegoro sangat lekat dengan perjuangan masyarakat Kulonprogo selain Nyi Ageng Serang. Erucakra melambangkan seorang pejuang atau penyelamat yang berhati suci dan bersih. Stadion adalah lambang sebuah perjuangan laskar-laskar Menoreh terutama para pejuang-pejuang olah raga,” papar Wabup Fajar Gegana.

Usulan nama kedua adalah ‘Ki Gede Menoreh’. “Filosofinya pejuang atau prajurit Mataram dari bukit Menoreh, seperti yang tertuang dalam cerita Api Di Bukit Menoreh,” tambahnya.

Pihak lain yang mengusulkan pengurus PSSI Kulonprogo. Mereka menginginkan nama Stadion Gelora Kulonprogo atau ‘Geloraku’. Sedangkan sesuai nota dinas Disdikpora Kulonprogo, lima tokoh Kulonprogo masing-masing Juwardi, Sardal, Umar Sanusi dan KKG Penjas SD, Suroso mengusulkan nama Stadion Cangkring. MGMP Bahasa Jawa mengusulkan nama Widya Reksasana Raga (tempat mendapatkan ilmu tentang menjaga badan) atau Wiyata Kridasana (tempat mendidik dan melatih). Wahyana mengusulkan Dharma Ginulang (Keahlian yang dilatih terus menerus). Komisi IV DPRD Kulonprogo mengusulkan Loka Abhinaya Cangkring (tempat yang penuh energi untuk meraih juara atau prestasi). Paiman mengusulkan Mandala Sadewo (seorang kestaria sakti pruta Diponegoro).(Rul)

BERITA REKOMENDASI