Wantimpres Gali Penerapan Nilai Pancasila di Kulonprogo

WATES, KRJOGJA.com – Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) terkesan terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dan pemanfaatan media dalam mensosialisasikan dan menghidupkan kembali nilai Pancasila di Kabupaten Kulonprogo. Bahkan kabupaten ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam penerapan nilai-nilai Pancasila.

“Saya terkesan diskusi dengan bapak bupati dan SKPD terkait. Kami ke daerah-daerah termasuk Kulonprogo memang ingin mendengar masukan mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila. Luar biasa nilai-nilai Pancasila sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat di sini,” kata Pimpinan Rombongan Tim Kajian Watimpres Julie Trisnadewani MIKom usai diskusi dengan Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo bersama jajarannya di Ruang Menoreh kantor bupati setempat, Rabu (6/9/2017).

Kedatangan rombongan pengumpulan data dan informasi Wantimpres dipimpin Penanggungjawab Tim Kajian sekaligus Sekretaris Anggota Wantimpres Julie Trisnadewani dengan anggota Tim Kajian, M Faried SIP DEA, Henry Thomas Simarmata, Suhendro Tri Anggono MSi, D Herdiyan SSos, Asep Patrika SE diterima Bupati dr Hasto, Wabup Drs H Sutedjo, Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan Julie menyampaikan, Wantimpres hanya bertugas memberikan masukan ke Presiden bukan ke yang lain dan dalam menggali informasi perlu mengunjungi daerah secara langsung dan jelas sumbernya untuk mendengarkan masukan. “Kami ingin lebih mendengar masukan dari teman-teman di daerah, dari bapak ibu. Kami tidak bisa hanya mendengar dari laporan-laporan katanya tapi kami harus melihat langsung ke daerah,” tambahnya.

Dari penjelasan yang Tim Kajian Wantimpres terima, banyak contoh semangat gotong royong yang telah berjalan melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat langsung. Selain itu ada juga conton tentang keteladanan, ekonomi Pancasila diterapkan dalam berbagai lini kehidupan masyarakat Kulonprogo," tuturnya.

Terkait Bidang Pancasila, ada tim kajian pada tahun ke-3 ke daerah-daerah. Tahun sebelumnya sudah sampai Maluku, Papua, Nias dan beberapa pulau-pulau kecil. “Tahun ke tiga di pulau Jawa, Ingin sekali mendengar, menggali kearifan lokal bagaimana praktis pengamalan Pancasila sehari-hari di daerah dari berbagai bidang,” tegas Julie.

Bupati setempat dr Hasto mengungkapkan, animo masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila sangat tinggi. Tetapi daerah punya tanggung jawab mengkalibrasi antara kebijakan hasil proses politik dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Gini ratio juga masih menjadi masalah yang harus ditangani. Kita juga wajib mempertahankan nilai gotong royong agar jangan sampai tergerus oleh liberalisme, radikalisme dan individualisme. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI