Warga Belum Mau Pindah, Jalan Harus Diperkeras Dulu

WATES, KRJOGJA.com – Warga terdampak bandara masih keberatan untuk menempati rumah di tanah relokasi meski sudah diberikan Surat Peringatan oleh PT Angkasa Pura  segera meninggalkan tempat 22 September . Mereka tetap minta waktu mundur dari jadwal yang telah ditentukan, karena akses jalan diperkeras.

"Pokoknya kami tetap minta mundur, karena akses jalan belum sempurna.  Khawatir bila turun hujan, akan bermasalah, becek dan lainnya. Selain itu orang Jawa masih berpegang teguh pada bulan Suro, maka pamali untuk pindah," ungkap Pengurus Kelompok II Tri Haryanto di sela-sela pertemuan warga terdampak bandara dengan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K), Kamis (14/09/2017), di aula Menoreh. Perwakilan warga didampingi Kades Glagah Agus Pramono.

Saat ini, kata Tri Haryanto, kondisi rumah di tanah relokasi sudah ada yang selesai 75 persen. Untuk listrik sebagian sudah menyala, sedangkan yang belum adalah air, demikian pula MCK belum berfungsi.

Kades Glagah Agus Parmono yang mendampingi warga menyatakan, warga yang datang ke pemkab tersebut  adalah warga terdampak pendukung bandara.
Namun warga kecewa karena disuruh segera meninggalkan tempat dan menempati bangunan di relokasi pada 22 September.  Kepercayaan masyarakat terhadap bulan Suro sehingga mereka belum siap menempati rumah baru.

"Selain itu akses jalan bila turun hujan akan becek. Demikian pula pembangunan rumah belum sempurna baik untuk gentingnya , MCK, yang belum siap ditempati," kata Agus .

Agus menambahkan bebannya bukan hanya warga terdampak, tapi juga sekolahan (SD dan TK) baik kepala sekolah, UPTD, Komite Sekolah. "Belum lagi yang tentang makam (kuburan), relokasi makam yang lima belum diuruk," katanya

Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) menyampaikan terkait dengan relokasi, adanya warga yang belum siap dan deadline, juga sudah harus dilaksanakan, Bupati mengajak mengupas satu per satu permasalahan yang ada, untuk dicarikan solusinya. Dan Jumat pagi langsung akan merencanakan cek lokasi.

“Masukan dari warga tetap kami bawa ke PT AP I. Jumat pagi kita bisa ke lapangan, setelah itu menemui AP 1," kata Hasto sambil menyatakan, para kades terdampak bandara, saat ini masa prihatin.(Wid/Rul)

BERITA REKOMENDASI