Warga Kebonharjo Ikhlas Tanahnya untuk Pelebaran

Editor: Agus Sigit

SAMIGALUH, KRJOGJA.com – Pemilik tanah di sepanjang Jalan Pelem – Jarakan, Kalurahan Kebonharjo Kapanewon Samigaluh, merelakan sebagian tanahnya dipergunakan pemerintah untuk memperlebar ruas jalan kabupaten.

Lurah Kebonharjo Rohmad Ahmadi mengatakan warga pemilik tanah telah menandatangani surat pernyataan kerelaan melepaskan tanahnya untuk pelebaran jalan Pelem – Jarakan. Panjang jalan kabupaten sekitar 4,5 kilometer (km), melewati enam wilayah pedukuhan.

“Warga merelakan tanahnya untuk jalan karena jalan yang ada hanya tiga meter. Pemerintah mengharapkan ada pelebaran jalan menjadi tujuh meter,” ujar Rohmad Ahmadi.

Menurutnya, pemerintah dapat memperlebar Jalan Pelem – Jarakan tanpa harus memberikan ganti rugi tanah warga. Meskipun demikian, ada pendataan tanah yang terkena jalan untuk penyesuaian sertifikat ukuran tanah dari BPN.

Kepala Dinas Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana (KNMTS) Kulonprogo Hariyanto dan Kepala Seksi Pemanfaatan Tanah Sartono menjelaskan sudah melakukan penataan tanah masyarakat untuk pelebaran Jalan Pelem – Jarakan di Kalurahan Kebonharjo.

“Pemkab memasilitasi sertipikasi luasan tanah warga yang terkena pelebaran jalan. Sekarang sampai proses pemberkasan untuk didaftarkan ke BPN,” ujar Heriyanto.

Sartono menjelaskan terdapat sekitar 80 bidang tanah milik warga yang sebagian direlakan untuk pelebaran jalan kabupaten. Menargetkan pensertipikatan penyesuaian ukuran tanah dapat diselesaikan di 2020.

Bersamaan pensertipikatan penyesuaian ukuran tanah di BPN, katanya, Bappeda menyusun perencanaan pelebaran Jalan Pelem – Jarakan di 2021. “Pensertipikatan selesai ditindaklanjuti pekerjaan pelebaran di ruas jalan tersebut,” ujar Sartono.

Seperti diketahui sebelumnya, Dinas KMNTS juga melaksanaan penataan tanah milik masyarakat atas kerelaan tanahnya untuk kepentingan umum di Kalurahan Kebonharjo. Melakukan pensertifikatan penyesuaian ukuran bidang tanah. (Ras)

BERITA TERKAIT