Warga Penggarap Akhirnya Dapat Rp 25 M

KULONPROGO (KRjogja.com) -Warga penggarap tanah Paku Alam Ground (PAG), akan diberi kompensasi sebesar Rp 25 Miliar. Dan warga juga akan menerima dari ganti untung dari PT Angkasa Pura sekitar Rp 64 Miliar atas aset warga yang berada di atas tanah PAG.  

Terhadap  kebijakan tersebut warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir masih kecewa, karena tuntutan mereka belum terkabulkan secara penuh.

Hasil itu terangkum dalam pertemuan antara Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir dengan Pj Bupati Ir Budi Antono yang didampingi Staf Ahli Bupati Drs H Agus Santoso MA, Kapolres AKBP Nanang, sedangkan dari Pemda DIY Gatot dan Puro Pakualaman diwakili Bayudono, di ruang Menoreh, Kamis (29/9/2016). Para perwakilan warga tersebut dari Desa Palihan, Jangkaran, Sindutan dan Glagah, yang didampingi kepala desanya.

Ditegaskan Sumantoyo, pihaknya  mengaku sangat kecewa. Karena dari Puro Pakualaman hanya memberikan Rp 25 Miliar untuk keempat desa  terdampak. "Kalau dihitung dari Rp 25 M itu permeter persegi hanya sekitar Rp 15 ribu, padahal tuntutan kami Rp 150 ribu. Pura Pakualaman harusnya ikhlas berbesar hati karena kami yang menjadikan dari tanah tidak tergarap yang kemudian digarap warga menjadi berharga," tandasnya.

Pj Bupati Kulonprogo Ir Budi Antono MSi menyatakan, pemkab intinya memfasilitasi/mediasi antara warga penggarap tanah PAG dan Pura Pakualaman. "Pihak Puro sudah memberikan pernyataannya terkait berapa kompensasi yang akan diberikan kepada warga penggarap. Lebih jelasnya biar dari pihak Pura yang mengatakannya apa yang selama ini ditunggu-tunggu warga," ujar Anton.
 
Diungkapkan Perwakilan dari Pura Pakualaman, Bayudono, pihak Pura Pakualaman akan memberikan kompensasi kepada warga penggarap lahan PAG terdampak bandara sebesar Rp 25 M. Namun jumlah itu tidak dikaitkan dengan masalah tanahnya. "Uang itu dari Kanjeng Gusti (Paku Alam X), dan sudah matur dan minta petunjuk Sri Sultan Hamengku Buwono X," katanya.

Menurut Bayudono, jangan dilihat ukuran pemberiannya. Namun yang harus dipikirkan adalah bagaimana caranya uang itu dibagikan kepada sekitar 600 orang. "Tentu saja yang lebih mengerti orang perorang adalah para kades masing-masing desa. Karena itu lebih baik uang dipasrahkan kepala desanya, tapi ini baru usulan. Kami minta pada pemkab agar difasilitasi/mediasi supaya jangan sampai ribut. Pak Kapolres juga sudah menyatakan kalau ada rembug ya dirembug bersama," tuturnya sambil menambahkan bahwa terhadap ganti untung tanah untuk tanah PAG yang akan diterima pihak Puro Pakualaman sekitar Rp 702 M, Kanjeng Gusti menginginkan pembayarannya yang terakhir, setelah semua warga sudah mendapatkannya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI