Warga Perbukitan Menoreh Diimbau Waspadai Potensi Longsor

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Warga masyarakat Kalurahan Hargorejo Kapanewon Kokap diimbau meningkatkan kewaspadaannya, seiring tingginya intensitas hujan. Kendati ada wilayah yang tidak terindikasi berpotensi longsor, tapi hal tersebut tidak menjadi jaminan bagi warga yang bermukim di dekat tebing maupun pegunungan bebas dari ancaman tanah longsor.

“Seperti di wilayah Pedukuhan Selo Barat, sesuai hasil identifikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulonprogo, tidak termasuk daerah rawan tanah longsor. Tapi faktanya salah satu warga di pedukuhan ini jadi korban tanah longsor. Kendati tidak sampai menelan korban tapi kerugian yang dialami korban cukup banyak,” kata Lurah Hargorejo Adi Purnomo.

Lurah Adi Purnomo mengatakan, khusus di Kalurahan Hargorejo, wilayah pedukuhan yang teridentifikasi rawan longsong di antaranya Pedukuhan Gunung Kukusan, Gunung Rego dan Sangkrek. “Wilayah utara yang notabene rawan longsor tidak ada kejadian. Tapi justru di Selo Barat yang sama sekali tidak masuk wilayah rawan longsor malah ada kejadian. Sehingga kami mengimbau semua warga pada musim penghujan saat ini selalu waspada,” jelasnya.

Ketua Paguyuban MMB, Bento Sarino mengatakan, bakti sosial yang mereka adakan bersama warga dan pamong Kalurahan serta Babinsa merupakan bentuk kepedulian terhadap warga Kulonprogo yang mengalami musibah. Karena kondisi medan yang sulit maka dalam gotong royong pihaknya tidak bisa mengerahkan alat berat. Dengan menggunakan peralatan tradisional, cangkul, sekop dan angkong mereka bahu membahu menyingkirkan material tanah dan bekas dinding rumah korban.

“Mungkin bantuan dari teman-teman Paguyuban MMB tidak seberapa. Tapi kami berharap korban tanah longsor tidak melihat nilai besarnya bantuan melainkan keikhlasan yang bisa kami persembahkan, sehingga mampu meringankan penderitaan saudara kita yang kena musibah,” ujar Bento didampingi anggotanya, Subardiyono. (Rul)

BERITA REKOMENDASI