Warga Pilahan dan Glagah Inginkan Ganti Rugi Uang

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Warga Desa Palihan dan Glagah yang terkena pembangunan oprit underpass atau jembatan pendekat bawah tanah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), menghendaki bentuk ganti rugi dalam bentuk uang yang ditransfer ke nomor rekening bank.

Kepala Desa (Kades) Glagah, Agus Pramono mengungkapkan tahapan pemberitahuan besarnya ganti rugi dan musyawarah bentuk ganti kerugian oprit underpass JJLS di Desa Glagah, Jumat (14/12/2018) berlangsung lancar. Menurutnya, tidak ada warga terdampak oprit underpass JJLS yang meminta ganti rugi dalam bentuk tanah pengganti.

Warga menyetujui besaran nilai ganti rugi diberikan dalam bentuk uang dengan sistem pembayaran ditransfer ke nomor rekening bank. "Di Desa Glagah tidak ada persoalan yang serius. Ada di antara warga meminta nilai ganti rugi lebih besar dari besaran nilai ganti rugi tim appraisal. Setelah melalui proses musyawarah warga bisa menerima," ujar Agus Pramono.

Menurutnya, di Desa Glagah terdapat 20 warga yang tanah dan rumah terkena pembangunan oprit underpass JJLS. Jalan desa tiga bidang dan satu tiang listrik. Panjang tanah dari batas pagar bandara ke timur sekitar 170 meter dan lebar 40 meter. (Ras)

BERITA REKOMENDASI