Warga Sentolo Kembangkan Bududaya Ikan Keramba

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Budidaya ikan di keramba yang ditekuni sebagian warga di wilayah Pedukuhan Sentolo Lor, Desa/Kecamatan Sentolo dinilai cukup menguntungkan. Namun budidaya ikan bersisik di aliran Sungai Papah tersebut sulit dikembangkan di daerah lain di wilayah Kulonprogo.

Pada awalnya terdapat tiga keramba bambu untuk membesarkan ikan nila. Keramba berbentuk kotak empat persegi panjang ukuran 1 X 2 meter dari waktu ke waktu jumlahnya terus bertambah, memenuhi pinggiran aliran sungai. "Setelah merasakan untungnya, sekarang sudah ada sekitar 50 keramba. Sebagian besar untuk pembesaran nila. Untuk mengembangkan budidaya ikan di keramba, sudah terbentuk Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan)," ujar Mujiono, warga Sentolo Lor, Desa/Kecamatan Sentolo.

Keramba dipasang patok dan diikat cukup kuat sehingga tidak khawatir hanyut meskipun sungai banjir. Ikan di dalam keramba tidak bisa ke mana-mana. Pada sisi atas keramba tertutup rapat dan hanya terdapat lubang ukuran sekitar 0,50 X 0,50 meter, dibuka hanya saat memberi pakan.

Mujiono menjelaskan tiap satu keramba diisi benih nila sekitar 5 kilogram (kg). Untuk pembesaran lebih mudah dibandingkan di kolam biasa karena jarang kena penyakit dan setelah panen bisa langsung ditebar benih baru.

"Tiap hari tinggal memberikan pakan dua kali tiap pagi dan sore hari. Hampir tidak ada penyakit seperti pembesaran di kolam. Dari benih 5 kg, pada saat panen umur tiga bulan, bisa mencapai 5 kuintal," ujarnya.

Sekretaris Pokdakan Keramba Argomino, Purwanto mengungkapkan budidaya ikan keramba di aliran sungai cukup memberikan keuntungan tetapi belum tentu bisa dikembangkan di daerah lain. Paling tidak ketersediaan air sungai bisa mengalir sepanjang tahun, ada kesadaran masyarakat tidak menangkap ikan dengan obat dan kesadaran menjaga kebersihan sungai. "Tidak kalah penting ada kemauan dari warga sekitar sungai, mengembangkan budidaya ikan di keramba," ujar Purwanto.

Menurutnya, sekitar 1998 pertama kali ada salah satu warga di Sentolo Lor melakukan ujicoba membesarkan ikan menggunakan tiga keramba bambu di aliran Sungai Papah. Ternyata cukup berhasil sehingga warga lain tertarik ikut budidaya ikan keramba.

Pemilik keramba tidak pernah mengkhawatirkan akan banjir dan keamanan meskipun jaraknya jauh dari rumah tinggal. Sudah ada kesadaran warga saling menjaga keamanan bersama dan tidak ada penggunaan obat untuk menangkap ikan di sungai. (Ras)

BERITA REKOMENDASI