Warga Wates Jadi Korban Meninggal Tsunami Banten

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Keluarga Kamisan (almarhum) warga Pedukuhan Seworan Desa Triharjo Kecamatan Wates menjadi korban tsunami Banten pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu. Akibat bencana tersebut satu orang yakni Isti Widiasih (73) meninggal dunia dan tiga korban lainnya mengalami luka dan dirawat di rumah sakit sementara dua orang selamat.

Anak korban, Medi Santoso mengungkapkan tiga korban yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit. Mereka yakni anak perempuannya Isti Widiasih, Puji Astuti dan suaminya Arif Roikhan serta putranya Fathatul Khanufa Jikan.

Puji Astuti baru saja menjalani operasi limpa dan masih berada di ruang ICU. Sedangkan suaminya Arif mengalami luka pada kepala akibat benturan, demikian Khanufa mengalami sakit pada kakinya tidak bisa digerakkan, sedangkan dua cucunya Isti Widiasih yang lain M Ardhi Darmogo dan Hafiz Cahya Romadhon, selamat dan hanya luka ringan. ”Ibu saya yang meninggal dan baru bisa diidentifikasi pagi tadi,” jelas Medi Santoso di rumahnya, Seworan, Wates.

Diungkapkan, sebelum musibah menimpa ibu dan saudara-saudaranya, kakak pertamanya datang ke Seworan dan mengajak adiknya, Ardhi untuk berlibur di Serang. Kebetulan di Serang ada beberapa saudara yang tinggal. Salah satunya Puji Astuti yang bekerja di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Serang.

Saat itulah kantornya sedang ada gathering dan berlibur di Pantai Tanjung Lesung dengan menginap di hotel. Hingga akhirnya bencana tiba dan menghempaskan satu keluarga besar tersebut.

”Awalnya keluarga di sini kesulitan menghubungi keluarga di sana (Banten), karena akses komunikasi terputus. Hingga ada keluarga lain mencari ke sana dan menemukan keluarga kami,” ujar Medi.

Hingga Minggu (23/12/2018) siang, pihak keluarga belum berhasil menemukan Isti Widiasih. Tapi setelah dilakukan pengecekan dipastikan salah satu korban meninggal adalah Isti Widiasih. (Rul)

BERITA REKOMENDASI