Wisatawan Ditarik Retribusi Dua kali

KULONPROGO (KRjogja.com) – Obyek wisata hutan mangrove yang berlokasi di barat Sungai Bogowonto, Pedukuhan Pasir Kadilangu dan Pasir Mendit Desa Jangkaran Kecamatan Temon, kini menuai konflik perbatasan wilayah Purworejo dengan Kulonprogo.

Sebab, Warga Kasokan Jogoboyo Purwodadi Purworejo, turut menarik retribusi di jalan masuk menuju obyek wisata tersebut. Meski obyek wisata hutan mangrove berada di Kulonprogo, namun mereka beralasan, jalan masuk obyek wisata merupakan bagian dari wilayah Purworejo sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan.

Salah satu wisatawan, Slamet Widodo (19) menuturkan, dirinya dua kali ditarik retribusi, yakni di jalan masuk Rp 2.000 dan di lokasi wisata Rp 8.000. Menurut Slamet, penarikan retribusi juga tidak disertai penjelasan dari petugas yang berjaga di jalan masuk.

"Tadi cuma ditanya apa mau ke mangrove, saya bilang iya lalu ditarik Rp 2.000. Saya pikir itu retribusi wisata, tapi ternyata di sini masih ditarik lagi Rp 8.000 oleh petugas yang berbeda," katanya, Senin (22/8/2016).

Di kertas karcis retribusi yang dibayar Slamet di jalan masuk, tertulis kop Desa Jogoboyo Dsn Kasokan Retribusi Jalan Desa. Di bawahnya, tertulis Hasil Musyawarah Tgl 10 Juli 2016, Roda dua Rp 2.000, Roda empat Rp 5.000. (Unt)

 

BERITA REKOMENDASI