Kurangi Kasus Kematian Pasien Isoman, Pemeritah Bagikan Paket Obat-obatan Covid-19 Gratis

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com– Pemerintah akan membagikan 300 ribu paket obat gratis bagi penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (Isoman). Pembagian paket obat-obatan tersebut sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dijadwalkan mulai pekan ini, tepatnya mulai Rabu (14/7/2021).
DIY pun termasuk yang akan menerima pasokan paket obat-obatan gratis bagi pasien isoman tersebut. Dengan obat dari pemerintah ini harapannya dapat mengurangi jumlah kematian pasien isoman yang meningkat drastis saat ini.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan peluncuran paket obat-obatan bagi pasien Covid-19 yang melakukan isoman ini akan dilakukan Rabu (14/7/2021), salah satunya akan dibagikan di DIY. Sebab banyak pasien positif virus Korona di DIY yang menjalani isoman karena semakin terbatasnya shelter isolasi dan minimnya tempat tidur atau bed di Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 di DIY.
“Bagi pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau OTG dan gejala ringan diperbolehkan isoman di rumah, tapi rumah tersebut harus memenuhi persyaratan baru perbolehkan melakukan isoman. Paket obat-obatan gratis ini akan dibagikan kepada pasien Covid-19 yang OTG maupun gejala ringan sesuai petunjuk pusat,” ujarnya di Komplek Kepatihan, Selasa (13/7/2021).
Baskara Aji menyampaikan distribusi pembagian paket obat-obatan tersebut dilakukan Pemerintah Pusat yang menggandeng TNI/Polri. Pasokan paket obat-obatan ini akan distribusikan ke Puskesmas dan diantarkan langsung ke rumah pasien yang isoman oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang bertugas di wilayah setempat.
Paket obat-obatan ini akan dibagi menjadi tiga sesuai kondisi pasien yang tengah isoman yaitu paket obat pasien tanpa gejala,  paket obat gejala ringan dan paket obat gejala sedang.
“Paket obat-obatan gratis ini akan didistribusikan kerjasama antara dokter-dokter Puskesmas dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk dibagikan obat sesuai kondisi pasien. Pasien isoman supaya mendapatkan paket obat-obatan tersebut dapat menghubungi Satgas Covid-19 setempat agar melapor ke Puskesmas. Kemudian pihak Puskesmas yang menerima laporan tersebut meneruskan kepada tim yang akan membagikan obat,” jelasnya.
Terkait banyaknya kasus kematian pasien isoman, Baskara Aji meminta Satgas di RT/RW aktif melakukan pemantauan pasien isoman di wilayahnya masing-masing. Hal ini karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) personil Puskesmas apabila harus berkeliling dari satu rumah ke rumah pasien isoman lainnya.
“Saya kira inisiasi Satgas RT/RW dan Desa itu mengkompilasi membuat daftar by name dan keluhan pasien isoman kepada Puskesmas. Selanjutnya Puskesmas akan memilah ini perlu kunjungan dokter atau tidak hingga obat yang direkomendasikan,” tambahnya. (Ira) 

BERITA REKOMENDASI