Langkah Antisipatif Dikedepankan untuk Hadapi Kasus Demam Berdarah

YOGYA, KRJOGJA.com – Berbeda dengan daerah lain, kasus demam berdarah di Kota Yogya justru cenderung menurun. Namun demikian upaya atau langkah antisipatif harus tetap dikedepankan untuk menghindari lonjakan kasus hingga berujung kematian.

Menurut Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogya Endang Sri Rahayu, hingga awal Juni total tercatat 243 kasus demam berdarah. Masing-masing pada Januari 34 kasus, Februari 72 kasus, Maret 58 kasus, Mei 27 kasus dan awal Juni 2 kasus.

“Tahun lalu puncaknya Mei. Tapi data sementara tahun ini justru Februari tinggi kemudian berangsung menurun. Tidak ada penderita yang meninggaldunia dan harapan kami jangan sampai,” jelasnya, Kamis (25/6/2020).

Jumlah kasus demam berdarah di Kota Yogya ini pun menduduki peringkat empat se DIY. Pautan kasus dibanding kabupaten lain juga cukup tinggi. Semakin rendahnya kasus tersebut bukan lantaran akibat pandemi Covid-19 melainkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pembersihan lingkungan yang terus digalakkan. Selain itu penyebaran nyamuk Wolbachia ditengarai juga turut berdampak positif.

BERITA REKOMENDASI