Lansia di Fase Terminal Siapkan “A Good Death” 

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com –  Bagi lansia (lanjut usia) yang organ tubuhnya mulai kehilangan fungsi dan sakit-sakitan perawatan fase terminal yang optimal dapat membantu mewujudkan kematian yang bermartabat (A Good Death) dengan kesadaran setiap orang pasti akan meninggal (mati), dan bisa terjadi kapan saja. Kematian bisa tak bermartabat karena pada fase terminal individu bisa kehilangan kendali, mudah tersinggung, sangat butuh perhatian dan egois.
 “Situasi  sulit bagi individu maupun keluarga saat hari-hari terakhir menjelang  ajal. Sering individu tidak siap menghadapi fase terminal,” ungkap Prof Dr dr H Soewadi MPH SpKJ (K) dalam Seminar Pengelolaan Gangguan Mental Emosional pada Geriatri, Minggu (23/1/2022) di Hotel Harper Yogya.
Seminar hybrid (offline-online) digelar Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia  (PDSKJI) Cabang Yogyakarta dalam upaya pencegahan gangguan mental emosional pada lansia serta aspek biopsikososial.
“Filosofi perawatan fase terminal diantaranya dengan menyadari bahwa kematian adalah proses normal,” jelas Prof Soewadi yang diusia 79 tahun ini masih terlihat lebih muda dan runtut dalam menyampaikan materi dan memberikan motivasi.
Perawatan Fase Terminal tidak mempercepat dan memperlambat datangnya kematian, menghilangkan nyeri dan ketidaknyamanan karena distress, “Dilakukan pendekatan holistik (bio-psiko-sosial-spiritual), mendukung kehidupan pasien, serta menolong keluarga dalam menghadapi musibah,” terang Prof Soewadi yang juga  Ketua Pusat Studi Napza (PSN) UII.

BERITA REKOMENDASI