Lawan Pinjol Ilegal OJK DIY Sosialisasi Lewat Wayang Climen

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan kepada semua lapisan masyarakat secara masif dengan pendekatan khusus. Salah satunya edukasi literasi keuangan termasuk pinjaman online (pinjol) melalui pendekatan budaya kepada masyarakat. Edukasi literasi keuangan ini tengah digencarkan seiring maraknya bermunculan pinjol ilegal yang menimbulkan banyak korban.

Untuk itu, OJK DIY akan menggelar pentas Wayang Climen dengan dalang Ki Geter Pramuji Widodo dan pesinden Elisha Orcarus Allaso dari kediaman keluarga almarhum Ki Seno Nugroho di Gayam Argosari Sedayu Bantul pada 31 Oktober 2021 mendatang. Pementasan Wayang Climen ini akan mengangkat topik terkait pinjol yang akan disiarkan langsung di channel Youtube OJK DIY.

Kepala OJK DIY Parjiman menyampaikan OJK terus berupaya melakukan literasi di semua lapisan masyarakat, sebab literasi lebih banyak menyasar mahasiswa dan pengusaha sebelumnya. Upaya edukasi kepada masyarakat di DIY dilakukan dengan pendekatan budaya yang dikemas dalam pementasan Wayang Climen, dagelan dan sebagainya. Pementasan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan literasi kepada masyarakat terkait pinjol dan industri jasa keuangan pada umumnya.

“Jadi silahkan masyarakat menyaksikan dan menikmati pementasan Wayang Climen tersebut nantinya.Kami tetap akan melakukan literasi secara massif agar masyarakat bisa menggunakan platform fintech atau pinjol yang keberadaannya legal dengan pendekatan budaya. Selain itu, kami akan kerjasama atau sinergikan perbankan dengan fintech nantinya,” ujarnya di Kantor OJK DIY, Jumat (23/10/2021).

Parjiman menegaskan melalui Satgas Waspada Investasi (SWI), OJK terus melakukan penertiban terhadap pinjol ilegal, bahkan telah melakukan moratorium tidak akan menerbitkan izin pinjol baru untuk sementara waktu. OJK sebenarnya diberikan tugas mengawasi pinjol legal yang terdaftar dan berizin, namun lebih banyak pinjol yang ilegal. Hal ini seiring kemudahan teknologi membuat platform pinjol sehingga meskipun sudah banyak pinjol ilegal yang ditutup tetap akan muncul lebih banyak lagi.

“SWI itu intens melakukan patroli siber secara terus menerus, tetapi keberadaan dari pinjol ilegal selalu muncul. Ini memang menjadi perhatian dan tantangan kita bersama,” tandasnya.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal Hoesen mengungkapkan kebanyakan yang menjadi korban pinjol ilegal masyarakat yang tidak berpendidikan. Hal inilah yang dikhawatirkan di daerah, karena tingkat pendidikannya berbeda-beda. Perkembangan teknologi informasi terjadi di seluruh dunia, termasuk kehadiran pinjol. Dalam perkembangannya ada ekses-ekses negatif pinjol yang tidak berizin atau pinjol ilegal.

“Literasinya bukan hanya industri jasa keuangan dimana itu ranahnya OJK, tetapi literasi mengenai penggunaan gadgetnya dan teknologinya sehingga kompleks. Jadi semua harus hati-hati, jangan asal klik jika muncul pop up. Literasi bagi masyarakat yang tidak berpendidikan pasti berbeda, tidak bisa formal tetapi lebih banyak ke edukasi non formal sehingga butuh peran serta media dan lembaga masyarakat dalam mengedukasi teknologinya,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI