Lonjakan Angka Kemiskinan, Pemkot Yogya Terapkan Asumsi Terburuk

YOGYA, KRJOGJA.com – Kondisi pandemi Covid-19 dipastikan turut berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat. Salah satunya mengenai angka kemiskinan yang justru akan melonjak. Pemkot Yogya pun menerapkan asumsi terburuk agar langkah antisipasinya bisa lebih baik.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogya Agus Tri Haryono, pihaknya membuat tiga kondisi untuk melihat capaian target kinerja yakni pesimis, moderat dan optimis.

“Kondisi pesimis itu merupakan asumsi terburuk, sedangkan moderat itu kisaran tengah-tengah dan optimis ketika kondisi sudah mau membaik. Seperti kita lihat, selama pandemi ini kan belum ada kejelasan sampai kapan sehingga kita ambil yang pesimisnya,” urainya, Minggu (28/6/2020).

Oleh karena itu, target angka kemiskinan yang saat ini tercatat 6,8 persen, hingga akhir tahun diprediksi melonjak jadi 13,97 persen. Akan tetapi pada kondisi moderat, bisa mencapai 12,4 persen dan kondisi optimis 10,6 persen. Kenaikan angka kemiskinan juga tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya jumlah pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang bergerak minus serta tingkat kesenjangan atau gini rasio yang semakin tinggi.

BERITA REKOMENDASI