Malioboro Terdampak Pandemi, PPMAY Bagi-bagi Beras dan Masker

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com- Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan penutupan Malioboro, membuat bisnis di kawasan Malioboro mati. Namun pengusaha dan pemilik toko yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) tetap menunjukkan kepedulian sosial  tinggi dengan menyalurkan 2,6 ton beras dan masker  5.200 pca pada warga terdampak pandemi dii sekitar Malioboro.
“Baksos didukung Paguyuban Sosial Marga Tionghoa indonesia (PSMTI)  DIY dalam Program Bagi Beras dan Masker (BBM), bantuan  disalurkan pada 260 KK, setiap KK mendapatkan paket berisi 10 kg beras dan masker 20 pcs,” tutur Ketua Umum PPMAY Sadana Mulyono kepada KR, Sabtu (17/7/2021) di sela baksos di parkir Ramai Mall Yogya.
Pembagian paket  bantuan dengan didiplin prokes ini dihadiri koordinator lapangan PPMAY  KRT Karyanto PurboHusudo, Pengurus PPMAY Sugianto, Adriani Susanto,  Pengurus PSMTI DIY Jimmy Susanto, Agung Budiono.
“Semoga bantuan ini bisa membantu warga  kurang mampu di sekitar Malioboro yang kesulitan di masa pandemi,” ucap Sadana.
Sementara KRT Karyanto berharap Pemerintah bisa  memberikan solusi bagi pengusaha maupun ribuan karyawan yang menggantungkan hidup dari Malioboro dalam kebijakan PPKM  yang  diperpanjang lagi hingga Agustus 2021.
“PPKM membuat Malioboro mati, karyawan diliburkan hanya digaji 25 persen karena toko tutup. Sementara pengusaha pemilik toko yang tanpa pemasukan selain harus memikirkan gaji juga kewajiban seperti pajak, listrik, air dan lainnya,” ucap Karyanto.
Karyanto berharap ada insentif bantuan, atau setidaknya Malioboro jangan ditutup total supaya tetap ada pergerakan ekonomi walau terbatas. “Toko-toko sudah siap dengan prokes, saat ini penghasilan 20 persen saja bahkan ada yang nol karena tutup,” ujarnya. (Vin)

BERITA REKOMENDASI