Masih Banyak Organisasi Non Laba Belum Memiliki Laporan Keuangan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com- Laporan keuangan organisasi non laba termasuk Yayasan bisa untuk mengetahui sehat tidaknya ‎organisasi /Yayasan tersebut terutama dari sisi finansial.  Tetapi kenyataannya banyak organisasi non laba yang tidak memiliki laporan keuangan organisasi. Mareka hanya membuat laporan keuangan proyek.

Hal itu disampaikan Pemilik Kantor Jasa Akuntan ASP, Atik Sri Purwantiningsih,SE, MAcc, dalam keterangan persnya, Minggu (18/7/2021).
‎Atik mengatakan, selama pandemi Covid-19 pihaknya sering mengadakan webinar yang terkait dengan pengelolaan keuangan secara gratis. Khusus dari Yayasan sudah ada ratusan peserta yang sudah ikut.

“Karena itu kami menemukan  potret Organisasi Non Laba. Dimana mayoritas belum mempunyai sistem keuangan yang memadai secara tertulis. Seandainya sudah mempunyai sistem keuangan secara tertulis namun belum sesuai implementasi serta beberapa persoalan lainnya ,” terangnya.

Sedangkan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Korwil DIY Dr Hardo Basuki, MSoc mengemukakan,‎ saat ini memang tidak mudah untuk bertahan. Semua kalangan dan bisnis di berbagai sektor ikut berdampak dengan kondisi pandemi covid 19.

Tetapi semua pihak tidak boleh patah semangat. Sebaliknya mereka harus mempunyai mindset yang berkembang, pola pikir untuk terus maju dan berinovasi dengan menggunakan Growth Mindset.

“Sektor yayasan merupakan sektor yang paling penting di negara Indonesia. Karena itu para pengurus dan pengelolanya harus mempunyai tujuan yang sama, tentang visi misi yang harus dicapai untuk jangka pendek, menengah dan panjang ,” ungkapnya.

Menurut Atik yang juga Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sleman, adanya kegiatan itu cukup efektif untuk memberikan edukasi kepada organisasi non laba untuk tata kelola keuangan yang sesuai dengan standar ISAK 35 (standar keuangan untuk organisasi nonlaba). Sehingga bisa diimplementasikan oleh peserta.

Harapannya organisasi nonlaba khususnya Yayasan tidak mengalami keterpurukan, bisa tumbuh dan ‎berkembang, serta mandiri secara berkelanjutan. (Ria)

BERITA REKOMENDASI