Masih Pandemi, Perlu Terobosan untuk Selamatkan UMKM

YOGYA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional hingga daerah yang mengalami konstraksi pada kuartal kedua harus dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan. Terutama perlunya terobosan untuk menyelamatkan UMKM maupun industri yang menjadi penggerak ekonomi di Kota Yogya.

“Dari total anggaran Pemkot untuk penanganan Covid-19 sejumlah Rp 174 miliar, banyak dialokasikan untuk penanganan dampak ekonomi sejumlah Rp 94 miliar. Sebagian besar untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat kewilayahan dan dukungan UMKM serta industri. Tapi hingga saat ini belum ada progres terkait rencana dan realisasi anggaran penanganan ekonomi tersebut,” ungka anggota Komisi B DPRD Kota Yogya Nurcahyo Nugroho, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, pada saat pemaparan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), target sasaran pembangunan tahun 2020 mengalami perubahan. Di antaranya pertumbuhan ekonomi dari 5,2 persen menjadi minus 2,20 persen. Kemudian tingkat pengangguran, angka kemiskinan serta gini rasio juga mengalami penambahan.

Melihat adanya perubahan target tersebut, Pemkot perlu melakukan berbagai terobosan untuk menyelamatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Saat ini usaha yang sudah ada dinilai masih sangat minim. “Pemkot mestinya memiliki upaya terobosan yang lebih besar untuk menahan anjloknya perekonomian, mengingat anggaran telah disediakan,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI