Masuk Masa Injury  Time, Industri Pariwisata DIY Perlu Penanganan Extraordinary

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaku industri pariwisata di DIY mengaku sudah tidak mampu bertahan dan berjalan dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang sampai 23 Agustus 2021. Dengan kondisi tersebut, para pelaku industri pariwisata di DIY memilih opsi tutup sementara waktu selama pemerintah tidak melakukan langkah penanganan yang extraordinary agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 maupun kebijakan pembatasan.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan tidak ada sama sekali stimulus dari pemerintah untuk memberikan back up dan memberikan suatu penguatan agar industri pariwisata di DIY bisa bertahan. Sebelumnya banyak bantuan sosial terutama paket sembako yang telah diberikan, namun bantuan tersebut belum begitu menyentuh bagi industri pariwisata sendiri.

“Kondisinya sudah injury time, sehingga diperlukan langkah penanganan yang extra ordinary bukan lagi mitigasi bagi industri pariwisata di DIY. Kami tidak akan tahu apakah bulan depan September bisa bertahan atau tidak, karena sebenarnya kami telah memberikan sinyal kepada pemerintah dan dewan sejak awal Agustus 2021,” katanya kepada KR di Yogyakarta, Rabu (18/8/2021).

BERITA REKOMENDASI