Masyarakat Harus Miliki Semangat Putus Mata Rantai Penularan

YOGYA, KRJOGJA.com – Guna menekan kenaikan kasus yang terjadi di DIY sejumlah upaya terus dilakukan oleh Pemda. Salah satu caranya dengan merencanakan untuk mengintensifkan keberadaan kelurahan dalam melakukan pengawasan terhadap mobilitas warganya. Seperti membuat semacam Posko pengawasan untuk mengawasi akses keluar masuk warga di perkampungan. Untuk itu masyarakat di tingkat RT dan RW kembali memiliki semangat memutus rantai penularan Covid-19 seperti di masa awal pandemi.

“Soal rencana untuk mengaktifkan Posko kelurahan atau kampung kami akan segera membuat surat edaran khusus di kabupaten/kota. Meski begitu kami tetap berharap agar bupati/walikota juga membuat surat edaran sampai ke tingkat RT/RW untuk menindaklanjuti kebijakan Pemda. Karena dengan adanya Posko tersebut diharapkan skrining terhadap masyarakat yang keluar masuk ke desa bisa lebih optimal. Begitu pula untuk penegakkan Prokes bisa terus ditingkatkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Senin (25/1/2021).

Baskara Aji mengungkapkan, selama PTKM tahap pertama, penularan Covid-19 sempat naik cukup signifikan selama dua hari hingga mencapai 400 lebih kasus per hari. Tetapi dari evaluasi yang dilakukan gugus tugas, terjadi penurunan angka penularan sebesar 4,5 persen. Kodisi tersebut menjadi tantangan bersama, agar ke depan penurunan kasus Covid-19 bisa dilakukan secara lebih signifikan. Walaupun untuk mewujudkan hal itu tidak mudah, karena penularan Covid-19 tidak hanya karena kerumunan di ruang publik. Banyak kasus atau klaster muncul justru dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan lingkungan tetangga.

BERITA REKOMENDASI