Mayoritas OTG, Protokol Kesehatan Jadi Beteng Pertahanan Terakhir

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepanjang periode September hampir semua wilayah di Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19. Untuk memutus mata rantai penularan sekaligus kunci pengendalian, maka penerapan protokol menjadi beteng pertahanan terakhir. Apalagi mayoritas temuan kasus saat ini ialah orang tanpa gejala (OTG).

“Kalau orang memiliki gejala maka otomatis dirinya akan berusaha memisahkan diri dari masyarakat. Tetapi bagi yang OTG ini kan tidak merasakan sakit apa pun sehingga aktivitasnya normal. Maka ini harus dipahami dengan baik oleh masyarakat. Sehingga beteng pertahanan terakhir ialah protokol harus diterapkan,” tandas Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, baru-baru ini.

Protokol wajib yang harus diterapkan ialah selalu mengenakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun serta jaga jarak fisik minimal 1 meter dengan siapa pun. Ketiga hal itu harus menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat ketika menjalankan aktivitas. Apalagi ada dua lokasi penularan yang kerap menjadi temuan yakni perkantoran dan rumah atau keluarga.

Heroe tidak menampik hal tersebut. Sedikitnya ada tujuh lokasi perkantoran dan 27 keluarga yang sudah terjadi penularan. “Terkadang ketika di rumah atau di kantor orang sudah melupakan protokol karena sudah sering bertemu. Tetapi karena sebaran OTG saat ini mendominasi maka kita tidak tahu apakah lawan bicara kita membawa virus atau tidak. Intinya kita harus waspada,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI