Medsos Pengaruhi Pemikiran Generasi Muda, Jiwa Bela Negara Harus Tetap Dikedepankan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengguna media sosial di Indonesia saat ini mencapai 191 juta orang, meningkat dari tahun lalu yang mencapai 170 juta orang. Angka ini sangat besar, apalagi hanya ada 7 negara di dunia yang mempunyai penduduk di atas 191 juta jiwa, yaitu Tiongkok, India, Amerika, Indonesia, Pakistan, Brazil, dan Nigeria.

Demikian dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil DIY Gusti Kanjeng Ratu Hemas dalam acara Sosialisasi Pancasila/Angkringan Kebangsaan di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Sabtu (16/4/2022).

Menurut Hemas, media sosial sangat mempengaruhi pemikiran generasi muda. “Kita harus berhati-hati agar politik kebangsaan kita tidak rusak, karena mudahnya orang menggunakan media sosial dan menyebarkan informasi. Jiwa Bela Negara harus tetap kita kedepankan, sejalan dengan semangat toleransi, anti kekerasan, harmoni, dan local wisdom yang telah kita miliki. Semangat ini harus kita kedepankan dalam menggunakan teknologi digital dan media sosial,” ujarnya.

Hemas berpesan agar dalam menggunakan media sosial, harus diperhatikan dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

“Kita harus sangat teliti dalam melihat hoax, yang sekarang bisa dibuat dengan editan video atau editan gambar secara sederhana. Lebih baik kita men-share konten positif, atau konten edukasi, bukan konten provokasi yang bisa menyulut kemarahan publik,” katanya.

Selain itu, Hemas juga berpesan kepada generasi muda khususnya pelajar agar selalu beraktivitas dalam hal-hal yang positif. Banyak sekali kegiatan olah raga dan kesenian yang bisa diikuti. Bahkan sekarang ditambah lagi dengan e-sport yang kompetisinya telah diadakan di mana-mana, dan ada juga kompetisi pada level internasional.

Sebagai Senator dan sebagai Ibu-nya masyarakat Yogyakarta, GKR Hemas tetap mendukung berbagai kegiatan yang bersifat positif. Perkembangan teknologi digital memang mengarahkan masyarakat untuk bergerak ke sana. E-sport, tiktok, digital finance, dan media sosial dengan platform video tidak bisa dihindarkan.

“Kita harus menyesuaikan diri, bila tidak, akan tergilas zaman,” pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI