Memanfaatkan Peluang Rekayasa Bambu di Era Modern

Dijelaskan sudah banyak desain terapan dari arsitektur bambu, utamanya di Bali dan Jawa. Arsitektur sangat dekat dalam dunia rekayasa, teori segitiga emas Vitruvius yang mencakup aspek fungsi, teknologi dan estetika sebenarnya membuka banyak peluang untuk pengembangan.

Sebagai bahan ekspresi nilai guna bangunan yang dekat dengan kebiasaan aktivitas kepercayaan, seharusnya bangunan dengan arsitektur bambu dapat dijadikan bangunan utuh untuk wadah kegiatannya.

Desain konstruksi bambu, lanjut Pradipto, selama ini belum banyak tersentuh para arsitek. Sehingga hal itu seharusnya menjadi peluang baru untuk menggunakan dan mengembangkan bambu sebagai bahan baku.

“Tentu saja hal itu harus dilakukan secara berkelanjutan sesuai perkembangan zaman dari waktu ke waktu,” ucapnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI