Meski Pandemi, IKM Berpeluang Rebut Belanja Pemerintah Rp 609,3 T

Gati menambahkan, program e-Smart IKM yang telah digelar Ditjen IKMA Kemenperin sejak empat tahun lalu, juga dapat meningkatkan literasi digital dan kemampuan penggunaan teknologi modern serta perluasan akses pasar IKM melalui marketplace. “Ada pula program bela pengadaan yang khusus diperuntukkan bagi IKM sektor angkutan, makanan, kurir, alat tulis kantor, souvenir dan furnitur, dan akan ditambah dengan sektor kesehatan,” imbuhnya.

Gati menyatakan, Kemenperin proaktif mendorong sinergi antar kementerian dan lembaga, agar akses pasar IKM dapat berkembang tanpa hambatan berarti. Kolaborasi ini dilakukan baik dari sisi data potensi pasar dan regulasi, penguatan produktivitas, akses pasar, akses pembiayaan, dan logistik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo menambahkan Jateng memiliki  sejumlah potensi industri pangan yang siap diekspor dari total 257.057 unit usaha yang tersebar di 35 kabupaten dan kota.

Potensi industri tersebut antara lain berupa pengolahan ikan, pengolahan susu, tepung berbasis ubi kayu, pengolahan daging, dan industri gula berbasis tebu, aren, dan gula kelapa.

“Kolaborasi harus dibuat agar IKM bisa ekspor. Bukan hanya kualitas, tapi bagaimana kemampuan IKM dalam berproduksi sesuai kebutuhan pasar juga harus kami dampingi,” tutupnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI