Muktamar ke-48 Muhammadiyah Setelah Lebaran Haji 2022

YOGYA, KRJOGJA.com – Muhammadiyah akhirnya menetapkan penundaan pelaksanaan Muktamar pada tahun 2022, setelah lebaran haji. Hal tersebut merupakan keputusan Sidang Tanwir III Muhammadiyah-Aisyiyah yang diselenggarakan secara daring, Minggu (19/7/2020). Terdapat 7 butir keputusan hasil Sidang Tanwir bertema ‘Hadapi Covid-19 dan Dampaknya : Beri Solusi untuk Negeri’ yang diikuti 34 wakil provinsi.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti ketika membacakan keputusan menyebutkan muktamar akan dilaksanakan secara offline, luar jaringan (luring) dan diselenggarakan sesuai AD/ART. “Namun apabila dalam tahun 2021 keadaan benar-benar aman dari segi Kesehatan dan pelbagai aspek lainnya, maka dapat kemungkinan pelaksanaan muktamar tahun 2021. Dengan tetap memperhatikan masalah mudharat dan kemudahan pelaksanaannya,” tandas Abdul Mu’ti.

Selain kedua keputusan itu juga diputuskan pengesahan penundaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Butir keempat menyebutkan segala konsekuensi dan penundaan pelaksanaan Muktamar yang berkaitan dengan regulasi organisasi, tetap sah adanya.

BERITA REKOMENDASI