Muncul Klaster Baru, Bukti Masyarakat Abaikan Prokes

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya klaster baru Covid-19 menjadi salah satu indikator penegakkan protokol kesehatan belum bisa dilakukan secara optimal. Hal itu terjadi karena masyarakat mulai abai dalam Prokes. Padahal idealnya meski jumlah kasus mulai menurun dan vaksinasi terus digencarkan, penegakkan Prokes (5M) harus terus dilaksanakan karena hanya dengan cara tersebut penularan kasus bisa ditekan.

“Saat penambahan kasus positif mulai turun, kondisi itu justru menjadikan masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan yang 5 M. Hal itu terjadi kemungkinan karena masyarakat mulai capek juga dengan pandemi dan kurangnya penekanan untuk tetap waspada. Tentunya kondisi ini tidak boleh dibiarkan, tapi harus menjadi perhatian bersama,” kata Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama, Sabtu (3/4/2021).

Menyikapi perilaku masyarakat yang mulai abai dalam penegakkan Prokes yang harus dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah adalah tetap perlu memkampanye edukasi 5M. Terutama di tempat umum dan melalui Satgas sampai ke level desa seperti RT/RW dengan melibatkan banyak pihak seperti mahasiswa kesehatan, relawan. Tentunya semua itu juga perlu diimbangi dengan pengawasan melalui satgas level desa/RT/RW terkait acara yang mengundang keramaian.

“Pencegahan penularan Covid-19 harus dilakukan bersama-sama, jadi tidak hanya Satgas. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi hal yang penting. Jadi butuh kesadaran masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Bayu.

BERITA REKOMENDASI