Museum Jadi Bagian Pendukung Keistimewaan Yogyakarta

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Daerah Istimewa Yogyakarta punya banyak museum dan jumlahnya terus bertambah. Ini menunjukkan bahwa DIY memiliki banyak peninggalan sejarah, budaya dan peradaban bangsa yang perlu dilestarikan, dikembangkan, dimanfaatkan dan dikomunikasikan kepada masyarakat sebagai wahana pendidikan, penelitian dan kesenangan.

Demikan dikatakan Ketua Umum Barahmus DIY R Bambang Widodo SPd MPd dalam Sarasehan Barahmus DIY bertajuk ‘Menggali Potensi Yogyakarta Sebagai Kota Museum’ yang diselenggarkan secara luring dan daring, Senin (6/9/2021).

Sarasehan dalam rangka memperingat 50 Tahun Asosiasi Museum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY dan memperingati 9 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY. Sarasehan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan Dana Keistimewaan DIY.

Sarasehan menghadirkan narasumber Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY GKR Bendara, Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof Dr Ir C Danisworo MSc, Ketua Bidang Diklat Barahmus DIY Dr Drs Hadjar Pamadhi MA Hons, Dosen ISI Yogyakarta Dr Sumbo Tinarbuko MSn dipandu moderator Pamong Budaya Ahli Madya V Agus Sulistyo SPd MA.

Menurut Bambang, sarasehan ini bertujuan untuk memaknai kembali perkembangan museum DIY, menempatkan museum pada posisi penting dalam pemajuan kebudayaan dan memantik semangat para pengelola museum untuk mengembangkan museumnya masing-masing dalam mendukung Keistimewaan DIY.

BERITA REKOMENDASI