Nilai Ekspor DIY Kembali Tertekan

YOGYA, KRJOGJA.com – Nilai ekspor barang asal DIY yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia tercatat mencapai USD 31,2 juta pada Agustus 2020. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan sebesar USD 1,5 juta atau 4,59 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebesar USD 32,7 juta. Secara kumulatif, nilai ekspor DIY mencapai USD 242,2 juta atau turun 8,40 persen selama Januari hingga Agustus 2020 dibanding periode yang sama 2019.

“Tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY Agustus 2020 adalah Amerika Serikat (AS) dengan total nilai ekspor mencapai USD 11,1 juta. Disusul Jerman dengan total nilai USD 3,2 juta dan Australia dengan total nilai USD 2,5 juta,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Dr Heru Margono M Sc di Yogyakarta, Minggu (4/10/2020).

Heru menyampaikan tiga besar komoditas utama ekspor dari DIY selama Agustus 2020 adalah Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62) mencapai USD 10,2 Juta, Perabot, Penerangan Rumah (94) USD 5,2 juta dan Jerami/Bahan Anyaman (46) USD 2,2 juta. Nilai ekspor selama Agustus 2020 dibanding Juli 2020 menunjukkan penurunan sebesar USD 1,5 juta atau 4,59 persen.

“Nilai ekspor menurut sektor yang terdiri dari pertanian dan industri pengolahan pada Agustus 2020 masing-masing USD 0,3 juta dan USD 30,9 juta. Sementara itu pada Juli 2020 nilai ekspor masing-masing sektor tersebut mencapai USD 0,5 juta dan USD 32,2 juta,” tandasnya.

Ekspor DIY dikirim ke berbagai negara tujuan yang dirinci menurut sepuluh negara tujuan dan komoditas utama menunjukkan AS merupakan negara tujuan ekspor terbanyak. Sebanyak 8 dari sepuluh komoditas utama asal DIY dikirim ke negara tersebut.

“Pelabuhan muat Tanjung Emas Semarang di Jawa Tengah masih menjadi pilihan utama pengiriman ekspor DIY dengan kontribusi sebesar USD 24,3 juta atau 77,88 persen. Selanjutnya pengiriman melalui pelabuhan muat Tanjung Priok, Bandara Soekarno-Hatta, dan Pelabuhan Udara Halim Perdanakusumah DKI Jakarta serta pelabuhan muat Tanjung Perak dan Bandara Juanda Jawa Timur,” pungkas Heru. (Ira)

BERITA REKOMENDASI