ODGJ Miliki Resiko Tinggi Tertular Covid-19

YOGYA, KRJOGJA.com – Penegakan protokol kesehatan menjadi suatu keharusan oleh semua orang, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal itu dikarenakan ODGJ memiliki risiko tertular Covid-19 yang cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan sudah banyak pasien suspek, (OTG atau PDP), yang memiliki gangguan jiwa yang sudah ditanggani oleh RSJ Grhasia.

“ODGJ terlantar atau menggelandang memiliki resiko cukup tinggi terpapar Covid-19. Memang dari sekitar 44 pasien yang kami tanggani sampai 10 Agustus kemarin, hanya beberapa orang yang menggelandang dan masuk sudah parah. Sedangkan lainnya terpapar Covid dengan keluarga atau orang merawat di rumah. Kendati demikian harus tetap diperhatikan, khususnya terkait protokol kesehatan,” kata Direktur Utama RSJ Grhasia Akhmad Akhadi seusai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Rabu (12/8/2020).

Menurut Akhmad Akhadi, sesuai dengan SK Gubernur No 61 yang diterima pada 17 Maret 2020, RSJ Grhasia ditunjuk sebagai salah satu RS rujukan Covid-19. Untuk mengubah ruangan perawatan jiwa menjadi perawatan infeksius untuk penanganan Covid-19 membutuhkan waktu sekitar 13 hari. Sampai akhirnya secara resmi RSJ Grhasia mulai merawat pasien suspek pada 1 April 2020.

“Kalau jumlah pasien yang sudah kami tanggani sejak pertama sampai 10 Agustus ada 44 orang. Dari jumlah tersebut sudah banyak yang sembuh dan pulang ke rumah. Sedangkan 4 pasien meninggal, dengan rincian 2 pasien sudah menjalani swab dan 2 pasien lainnya belum swab. Keempat pasien yang meninggal seluruhnya memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” kata Akhmad.

BERITA REKOMENDASI