Orang Tua dan Lingkungan, Punya Peran Penting Cegah Kejahatan Jalanan

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejahatan jalanan sekarang ini cukup meresahkan masyarakat karena terbukti menelan korban. Sedangkan munculnya kejahatan jalanan itu karena adanya geng-geng antar sekolah. Untuk itu, orang tua dan lingkungan mempunyai peranan penting dalam mencegah kejahatan jalanan.

Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini SIK mengatakan, kejahatan jalanan yang selama ini terjadi dilakukan oleh pelajar dan remaja. Kenakalan remaja itu justru terjadi di luar jam sekolah, bahkan ironisnya dilakukan pada dini hari.

“Mereka itu masih pelajar. Tapi kenapa lewat tengah malam, mereka masih keluyuran di jalan dan itu dibiarkan oleh orang tuanya,” kata Kapolresta Yogya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) menolak kejahatan jalanan guna membangun karakter generasi muda menuju SDM unggul, Selasa (25/2/2020) di Mapolresta Yogya.

Acara tersebut diikuti para guru, orang tua dan perwakilan siswa SMP serta SMA/SMK di Kota Yogya. Selain itu juga diikuti jajaran pejabat dan kapolsek di jajaran Polresta Yogya. Selain Kapolresta, narasumber lain dari Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogya RR Suhartati SH.

Menurut Kapolresta, awal mula adanya kejahatan jalanan yang dilakukan pelajar ini karena orang tua memberikan fasilitas motor kepada anaknya. Di samping itu juga munculnya geng-geng di kalangan pelajar.

“Kami minta orang tua jangan memberikan fasilitas motor kepada anak yang belum punya SIM. Ternyata itu menjadi penyebab siswa bolos atau keluyuran pada tengah malam,” terangnya.

Kapolresta Yogya meminta kepada orang tua untuk terus meningkatkan pengawasan dan perhatiannya terhadap anak-anaknya. Jangan sampai anaknya menjadi korban mapun pelaku kejahatan jalanan.

“Peran orang tua dan masyarakat cukup penting dalam menekan kejahatan jalanan. Salah satunya mencegah anaknya keluar pada malam hari,” tegasnya.

Sedangkan RR Suhartati SH mengatakan, pihaknya akan meningkatkan komunikasi dengan guru BK dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Dengan harapan kenakalan para pelajar bisa ditekan.

“Kami minta para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan supaya bisa ikut mencegah terjadinya kejahatan jalanan,” kata Sutarti. (Sni)

BERITA REKOMENDASI