Pantau Kesehatan, Protokol Parkir Harus Ketat

YOGYA, KRJOGJA.com – Dalam sepekan ini Dinas Perhubungan Kota Yogya semakin gencar mendatangi Tempat Khusus Parkir (TKP). Tujuannya untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diberlakukan secara ketat guna memantau setiap wisatawan yang datang.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogya Imanudin Aziz, menjelaskan pihaknya memperoleh informasi adanya rombongan wisata yang akan memasuki wilayah Kota Yogya akhir pekan ini. “Pantai di wilayah Gunungkidul kini juga sudah resmi dibuka. Biasanya wisatawan setelah mengunjungi pantai di pagi hari, sorenya berkunjung ke Yogya. Tanggal 19 Juli besok juga ada informasi bus wisata yang akan ke Yogya,” jelasnya, Selasa (14/7/2020).

Oleh karena itu pengelola TKP harus menjamin protokol kesehatan diterapkan. Ketersediaan wastafel di tempat parkir selama ini sudah mencukupi baik yang disediakan oleh Pemkot maupun pengelola. Pengeras suara untuk mengimbau wisatawan juga harus berfungsi dengan baik.

Imanudin menyebut Pemkot Yogya mengelola TKP bus pariwisata di Senopati dan Ngabean. Selama pekan kemarin TKP tersebut juga sudah mulai terisi. Pada Kamis (9/7/2020) terdapat 10 bus, Sabtu (11/7/2020) 10 bus, dan Minggu (12/7/2020) 15 bus. Sebagian bus tersebut berasal dari wilayah pantura seperti Semarang dan sekitarnya serta Tasikmalaya.

“Sesuai protokol kapasitas parkir ada pembatasan, yakni maksiml 50 persen. Makanya seperti di TKP Senopati yang kapasitasnya 30 bus, maka dalam satu waktu hanya bisa terisi maksimal 15 bus. Selebihnya akan dialihkan ke TKP yang masih kosong,” urainya.

BERITA REKOMENDASI