Partisipasi SPO 2020 Masih Rendah, BPS Tingkatkan Sosialisasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Partisipasi Sensus Penduduk Online (SPO) 2020 di DIY tergolong masih rendah dengan responden karena metode sensus tersebut merupakan hal yang baru. Untuk itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY akan mengoptimalkan Rapat Koordinasi (Rakor) hingga sosialisasi kepada seluruh responden yang bisa dijangkau.

Kepala BPS DIY Dr Heru Margono M.Sc mengakui partisipasi SPO 2020 masih rendah tidak hanya di DIY semata, tetapi hampir di seluruh daerah. Sebab pihaknya menyadari SPO ini merupakan sistem sensus yang baru sehingga tingkat respondennya masih rendah hanya 5 persen.

“Kita tidak sendiri, di daerah lain pun partisipasi SPO 2020 belum besar dan sebenarnya tingkat respondennya juga rendah hanya 5 persen. SPO 2020 ini baru dilaksanakan pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020, jadi kita masih punya banyak waktu,” ujar Heru usai Rakor dan Pencanangan SP 2020 di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Rabu (26/2/2020).

Heru menyampaikan pihaknya akan lebih mengoptimalkan dengan melakukan rakor dan meningkatkan sosialisasi kepada seluruh masyarakat yang bisa dijangkau. BPS DIY tengah melakukan Rakorcam atau Rakor Kecamatan sekaligus melalukan sosialisasi SP 2020 pada pekan ini. Mengingat responden SPO masih rendah, pihaknya berharap bisa menaikkan jumlah respondennya paling tidak hingga 31 Maret 2020.

“Jika responden SPO 2020 tetap rendah, kita akan melakuakn SP wawancara pada 1 hingga 31 Juli 2020 sehingga tidak perlu khawatir. Masyarakat masih diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam SP 2020 melalui SP wawancara apabila tidak mengisi SPO 2020,” katanya.

BPS DIY masih menunggu partisipasi responden SPO 2020 sebelum menurunkan petugas SP wawancara nantinya. Jumlah petugas SP wawancara setidaknya mencukupi dan melihat jumlah responden yang tersisa nantinya. “Intinya kita jamin jumlah petugas sensus cukup untuk SP wawancara,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Drs K Baskara Aji mengungkapkan,pelaksanaan SP 2020 berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya. Karena dalam SP 2020 untuk ke-7 kalinya dilaksanakan ini terdiri dari dua tahapan. Tahap pertama pendataan mandiri secara daring yang sudah dimulai sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Dalam sensus online tersebut warga dapat secara mandiri mengisi datanya dengan mengakses laman sensus.bps.go.id.

“Cara ini menawarkan kepraktisan dan kecepatan dalam mengisi data kependudukan. Hanya diperlukan waktu lima menit untuk menyetor basis data yang kelak digunakan untuk menentukan masa depan bersama. Tahap kedua pendataan oleh petugas pada bulan Juli mendatang untuk menyambangi rumah-rumah penduduk untuk mengumpulkan data jika warga belum bisa berpartisipasi pada sensus online,” ungkap Baskara Aji.

Sekda DIY mengungkapkan, Sensus Penduduk tersebut sangat penting karena akan menentukan kebijakan pembangunan ke depannya. Sehingga bisa mengetahui wilayah mana yang membutuhkan penambahan fasilitas. Sehingga melalui sensus diharapkan akan tersedia data tunggal kependudukan yang akurat, Terutama data dasar berupa jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk, mengingat data ini sangat penting untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan di berbagai bidang.

“Dengan penduduk yang kian bertambah dari tahun ke tahun. Data demografi dan persebaran penduduk menjadi penting untuk menentukan kebijakan pembangunan yang tepat, jika berpegang pada data yang akurat. Sehingga pelaksanaan program atau kebijakannya juga akan tepat pula,” ungkapnya.(Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI