Pasar Komunitas, Terobosan Tata Kelola Bahan Baku Bagi UMKM DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) DIY dengan menggunakan realokasi Dana Keistimewaan (Danais) 2021, mencoba mengembangkan skema pembelian terhadap produk-produk yang mengalami fluktuasi harga melalui skema Pasar Komunitas. Pasar Komunitas ini merupakan suatu terobosan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sinergis terkait tata kelola bahan baku.

Kepala Diskop UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menyampaikan sebagaimana diketahui pada beberapa minggu terakhir, karena melemahnya konsumsi masyarakat, banyak harga panen barang pertanian yang mengalami fluktuasi diantaranya bawang merah, cabai, telur ayam, jagung dan salak. Komoditas-komoditas tersebut merupakan produk strategis daerah yang harus segera disikapi dengan skema Pasar Komunitas.

“Melalui penyerapan produk-produk pertanian dan perikanan sekaligus bahan baku lain yang sedang lesu, Pemda DIY berupaya meningkatkan daya beli petani atau masyarakat yang berusaha di sektor hulu,” ujarnya kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Jumat (24/9/2021).

Siwi menjelaskan pembelian tersebut kemudian dihibahkan kepada Koperasi Produksi atau Koperasi Pemasaran yang memiliki jejaring kepada UMKM anggota atau non-anggota agar bahan baku tersebut dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah. Pasca diolah UMKM binaan Koperasi, maka skema pemasaran akan didukung baik melalui koperasi, UMKM pelaku usaha, marketplace, hingga Pemda DIY melalui markethub SiBakul Jogja.

“Ada 10 koperasi di DIY yang akan menerima hibah barang dalam skema Pasar Komunitas untuk selanjutnya disalurkan kepada UMKM-UMKM pengolah bahan baku menjadi barang yang memiliki nilai tambah. Upaya yang memperpanjang rantai pasok ini merupakan penanganan dari hulu hingga ke hilir, sehingga bahan baku yang dibeli secara layak. Kemudian diolah agar mempunyai nilai tambah hingga dipasarkan dengan ekonomis, akan mendorong tingkat konsumsi masyarakat,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI