Pemda DIY Minta Dukungan Pendanaan SPAM Kamijoro

YOGYA, KRJOGJA.com – ‎Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan bagi DIY yang membutuhkan solusi cepat. Guna mendapatkan solusi terbaik saat ini Pemda DIY tengah dalam tahap pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait pembiayaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamijoro. Diskusi ini termasuk penentuan tarif dasar air bersih yang nantinya bisa dinikmati masyarakat umum.

“Dalam ‎pembicaraan dengan pemerintah pusat kami ingin sharing pembiayaan untuk mengatasi persoalan ar bersih. Kami di DIY ini memang sedang kekurangan air bersih karena tidak bisa lagi mengambil dari Kaliurang usai peristiwa Merapi 2010, jadi harus mengambil dari tempat lain ,” kata Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X usai Zoom Meeting Pembahasan SPAM Kamijoro dan Kajian TPA Sampah Piyungan di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Kamis (19/11/2020).

Sultan mengungkapkan, dengan dibangunnya Bendung Kamijoro, persoalan air bersih di DIY bisa teratasi. Karena dengan adanya Bendung Kamijoro dimungkinkan DIY bisa mendapatkan sekitar 280 ribu liter per detik air bersih. Air bersih ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi Kabupaten Bantul dan Kulonprogo, baik bagi publik maupun kebutuhan air untuk bandara baru.

“Kalau kami inginnya investasi, tapi karena pembiayaannya itu cukup mahal, jadi harga jual dari PDAM ke publik nanti mau berapa, belum tahu. Ada kemungkinan harganya kemungkinan lebih tinggi dari harga air per meter kubik yang ada sekarang. Kami pun meminta waktu untuk negosiasi, bagaimana pemerintah pusat bisa membantu pembiayaan agar harga satuannya bisa segera ditentukan, sehingga harga jual lebih pasti,” tegas Sultan, seraya menambahkan, Pemda DIY berharap PDAM di Bantul maupun Kulonprogo bisa memperluas jaringan saluran air bersih agar semakin banyak masyarakat yang bisa membeli air bersih dari SPAM Kamijoro nantinya.

BERITA REKOMENDASI